Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fahri: Saya Gulung Nazaruddin dan Kawan-kawan

Dengan menggebu-gebu Fahri menyebut pernyataan Nazaruddin tersebut merupakan bagian dari persekongkolannya dengan KPK.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Fahri: Saya Gulung Nazaruddin dan Kawan-kawan
WARTA KOTA
Fahri Hamzah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berkomentar keras soal tudingan Muhammad Nazaruddin yang mengaku memiliki bukti keterlibatan korupsi dirinya sewaktu masih menjabat anggota Komisi III.

Dengan menggebu-gebu Fahri menyebut pernyataan Nazaruddin tersebut merupakan bagian dari persekongkolannya dengan KPK.

Menurut Fahri, Nazaruddin dulu sangat dengan KPK. Sebagai kordinator banggar Komisi III, Nazzarudin dengan dengan Komisioner KPK saat itu. Ketika Nazaruddin kooperatif, maka dimanfaatkan untuk menakut-nakuti orang lain termasuk yang tidak bersalah.

"Tapi dia nyari musuh orang-orang yang nggak bersalah. Ya saya lawan, saya gulung ini Nazar dan kawan kawan saya gulung ini. Coba tunjuk diri aja. Saya tau kok siapa yang mendekati saya atas nama Nazar," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Sebagai bentuk timbal baliknya, perkara Nazaruddin menurut Fahri dipangkas. Dari ratusan kasus yang melibatkan Nazaruddin, hanya satu yang menjeratnya yakni kasu Wisma Atlet.

Baca: KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Jerat Pihak yang Terlibat E-KTP

"Begitu besar yang ia lakukan ini. Sampai disini ketemu ada 162 pohon dan cabang rantingnya bisnisnya Nazaruddin itu. Tetapi apa yang terjadi temen-teman sekalian? Nazar cuma divonis untuk 1 perkara saja, hanya 1. Yaitu kasus wisma atlet," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Fahri mengaku mengetahui hubungan Nazaruddin dengan orang-orang berperkara lainnya termasuk Setya Novanto. Nazaruddin menurut Fahri sangat takut terhadap Novanto.

"Nazar itu. Saya juga tau itu bagaimana kuatnya Pak Novanto dalam KPK. Saya tau juga lah. Tapi sudahlah, ini jadi sandiwara yang tidak jelas. Karena akhirnya soal hubungan orang per orang yang saling sebut," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas