Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presidium Persatuan Pergerakan Ragu Angka Elektabilitas Jokowi Lebih Dari 50 Persen

Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengaku tidak percaya jika elektabilitas Presiden Jako Widodo berada pada angka lebih dari 50 persen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Presidium Persatuan Pergerakan Ragu Angka Elektabilitas Jokowi Lebih Dari 50 Persen
Tribunnews.com/ Yanuar Nurcholis Majid
Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto, saat ditemui di Restoran Bambu Desa, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunNews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto mengaku tidak percaya jika elektabilitas Presiden Jako Widodo berada pada angka lebih dari 50 persen.

"Terus terang saya kurang percaya apalagi yang melakukan survie Indobarometer dan Poltracking. Yang saya tahu siapa remotnya," ujar Andrianto dalam diskusi bertajuk 'Wakil Presiden Pilihan Rakyat' di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018).

Baca: Wali Kota Kendari Terjaring OTT KPK: Berlindung Di Balik Badan Sang Ayah Hingga Modal Pilkada

Andrianto mangatakan, jika angka elektabilitas Jokowi sesungguhnya hanya berada pada angka 30 persen.

"Saya punya laporan internal, kisaran elektabilitas Jokowi itu cuma 30-an, bahkan 40 persen aja nyaris tidak pernah," ucap Andrianto.

Baca: Sederet Fakta Di Balik Pelantikan Heru Winarko Jadi Kepala BNN: Sepak Terjang Hingga Pesan Jokowi

Rekomendasi Untuk Anda

Sehingga menurutnya dibutuhkan sosok calon wakil presiden yang bisa meningkatkan angka elektabilitas mantan walikota Solo tersebut.

"Angka elektabilitas Jokowi hari ini sangat riskan. Karena itu butuh sosok wapres yang bagus yang bisa menambah pemilihnya nanti," ucap Andrianto.

Baca: Dianggap Mengganggu Ketertiban, Hujan Duit di Kuningan Batal

Menurut Andrianto, setidaknya dibutuhkan 60 persen angka elektabilitas agar Jokowi bisa menjabat presiden untuk kedua kalinya.

"Itu terjadi saat Presiden RI VI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat mengikuti Pilpres untuk kedua kalinya," ujar Andrianto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas