Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Strategi Menpan-RB Hadapi Nepotisme di Kalangan Aparatur Sipil Negara

Saat ditanya seberapa akut pola penempatan ASN yang seperti itu, Asman mengaku memiliki datanya di Kemenpan-RB

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ini Strategi Menpan-RB Hadapi Nepotisme di Kalangan Aparatur Sipil Negara
Tribunnews.com/Rizal Bomantama
Menpan-RB Asman Abnur saat memberi sambutan dalam peluncuran aplikasi Spionam, E-Tilang, dan E-Ticketingmilik Kemenhub RI di car free day Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (4/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokorasi (Menpan-RB) Asman Abnur membeberkan strateginya untuk mencegah nepotisme di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).

Dalam rilis aplikasi Spionam, E-Tilang, dan E-Ticketing yang diselenggarakan di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (4/3/2018), Menpan-RB berjanji akan mendukung program Kementerian Perhubungan denga meningkatkan kualitas ASN.

“Kemenpan-RB akan mendukung program ini dengan menambah kualitas ASN yaitu melakukan rekrutmen, pelatihan, dan penempatan jabatan pimpinan tinggi. Semoga dengan kontrol ketat tidak ada lagi misalnya Kepala Dinas Perhubungan dijabat ASN dengan latar belakang pendidikan agama,” ujar Asman saat memberi sambutan.

Saat ditanya seberapa akut pola penempatan ASN yang seperti itu, Asman mengaku memiliki datanya di Kemenpan-RB yang mengurus bagian sumber daya manusia.

Ia menjelaskan bahwa kalimat itu dilontarkannya sebagai konotasi bahwa penempatan ASN kini tak boleh sembarangan.

“Itu adalah konotasi bahwa penempatan ASN tidak boleh sembarangan, tidak boleh berdasarkan atas kesukaan pimpinan ASN tersebut, detailnya kami punya data di bagian SDM.”

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami juga terus lakukan kontrol dengan mengandalkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan internal pengawas pemerintah yang bernama Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Jangan sampai posisi jabatan pimpinan tinggi jadi mainan,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas