Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Golkar Usung Tagline '4G' Hadapi Pileg dan Pilpres 2019

“Untuk tagline 4G untuk Pileg adalah Golkar Bersih, Golkar Bangkit, Golkar Maju, Golkar Menang."

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Golkar Usung Tagline '4G' Hadapi Pileg dan Pilpres 2019
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Ahmad Doli Kurnia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera DPP Partai Golar, Ahmad Doli Kurnia menyatakan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Partai Golkar yang digelar 22-23 Maret 2018 kemarin menetapkan tagline “4G” menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2019.

Menurut Ahmad Doli Kurnia, hal tersebut merupakan keputusan penting yang diambil dalam Rakernas yang menunjukkan komitmen jelas Golkar dalam isu pemberantasan korupsi.

“Untuk tagline 4G untuk Pileg adalah Golkar Bersih, Golkar Bangkit, Golkar Maju, Golkar Menang. Sementara untuk tagline 4G Pilpres berarti Golkar Bersih, Golkar Maju, Golkar Menang, Jokowi 2 Periode,” ungkapnya di Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Menurutnya tagline itu untuk menegaskan bahwa niat, dasar, filosofis, tujuan, dan cita-cita Partai Golkar adalah jelas untuk membangun Indonesia yang bersih dari korupsi.

Hal itu juga ditunjukkan Golkar yang tegas terhadap kadernya yang terlibat kasus korupsi serta mendukung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) agar tidak tebang pilih dalam memberantas korupsi.

Baca: Thalia, Anak Pasangan Sarwendah dan Bensu Sudah Bisa Belajar Cari Duit

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami mengapresiasi dan mendukung Pak Setya Novanto yang dengan kesadaran barunya mau membantu KPK mengungkapkan kasus korupsi E-KTP setuntas-tuntasnya. KPK juga tidak boleh tebang pilih dalam menindak oknum-oknum yang terlibat dalam kasus E-KTP.”

“Termasuk kami tidak memberi toleransi jika ada kader Golkar yang terbukti ikut melakukan tindakan korupsi meskipun partai tidak menghendaki hal tersebut terjadi,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam sidang korupsi E-KTP hari Kamis (22/3/2018), Setya Novanto menyebut dua politisi PDI Perjuangan, Pramono Anung dan Puan Maharani ikut menikmati uang korupsi sebesar masing-masing 500 ribu US Dollar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer

Test RCE 17

Test RCE 2

Test RCE

Atas