Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ryamizard Ryacudu: Di Indonesia Tak Ada Tempat Untuk Khilafah

Menhan menegaskan bahwa siapa saja yang tidak percaya kepada Pancasila dipersilakan untuk meninggalkan Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Ryamizard Ryacudu: Di Indonesia Tak Ada Tempat Untuk Khilafah
Rizal Bomantama
Menhan Ryamizard Ryacudu dan Menkumham Yasonna Laoly usai peluncuran buku pedoman bela negara di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (28/3/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi ideologi khilafah di Indonesia.

Hal itu ditegaskan saat berbicara di depan ratusan warga binaan Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (29/3/2018) dalam rangka peluncuran buku pedoman bela negara untuk penghuni lapas dan rutan.

“Khilafah di sini (Indonesia) tidak pada tempatnya, di sini adalah Pancasila. Presiden Soekarno yang menggali pegangan hidup itu dan kita sebagai rakyat harus percaya,” tegasnya.

Menhan menegaskan bahwa siapa saja yang tidak percaya kepada Pancasila dipersilakan untuk meninggalkan Indonesia.

Karena menurutnya pihak yang tidak mempercayai Pancasila sebagai ideologi bangsa bisa membelot dari cita-cita mulia bangsa Indonesia.

Baca: Menag Sarankan Arteria Dahlan Minta Maaf

“Inti dari semuanya adalah Pancasila, siapa yang tidak percaya Pancasila boleh keluar dari negara ini karena berbahaya dan bisa membelot.”

Rekomendasi Untuk Anda

“Pancasila adalah pedoman nasional yang merupakan rahmat Tuhan dan menjadi landasan ideologi persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya.

Ryamizard mengingatkan bahwa warga binaan lapas bisa berkontribusi terhadap bangsa dan negara dengan mengikuti bela negara.

Karena menurutnya bela negara berfungsi untuk mempertahankan negara termasuk ideologi bangsa dari serangan yang berasal dari luar negeri.

“Bela negara ini untuk menghadapi ancaman nyata yang sedang ditujukan ke Indonesia mulai dari terorisme, pelanggaran perbatasan, pencurian sumber daya alam, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, cyber crime, wabah penyakit, dan lain-lain.”

“Pernah ada yang menyatakan prediksi bahwa menghadapi terorisme dengan senjata saja hanya menghasilkan sedikit, tapi kalau menghadapi terorisme dengan didukung rakyat yang sadar akan bela negara itu baru berdampak signifikan,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas