Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Alasan Pemerintah Masih Enggan Buat Aturan Ojek Online

Sugihardjo menjelaskan dari segi keselamatan penggunaan motor sebagai sarana transportasi dinilai kurang memenuhi aspek keselamatan.

Alasan Pemerintah Masih Enggan Buat Aturan Ojek Online
Warta Kota/Henry Lopulalan
OJEK DARING - Ribuan pengemudi ojek daring yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia atau Garda melintas di Jalan Medan merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (27/3). Dalam aksinya depan Istana Merdeka mereka menuntut kebijakan rasionalisasi tarif ojek daring. (Warta Kota/Henry lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconnny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sampai saat ini pemerintah masih belum menerbitkan aturan khusus untuk mengatur operasional ojek online.

Ada dua alasanya, pertama mengenai keselamatan dan kedua terkait faktor ekonomi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo menjelaskan dari segi keselamatan penggunaan motor sebagai sarana transportasi dinilai kurang memenuhi aspek keselamatan.

"Alasan keselamatan itu kendaraan roda dua memang rentan kecelakaan, belum kalau kena hujan, panas," ungkap Sugihardjo di kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2018).

Kemudian kalau dari segi ekonomi semakin kecil kendaraan yang digunakan seharusnya semakin mahal tetapi ojek online menyajikan harga yang sangat murah.

Baca: Gara-gara Dengki, Pemilik Restoran Ini Kencingi Sup di Panci Saingannya

"Di dalam sistem, semakin kecil sarana yang tersedia, biaya transport akan makin mahal," tutur Sugihardjo.

Maka apabila pemerintah menjadikan ojek online sebagai angkutan umum, berarti pemerintah dinilai menghadirkan angkutan umum yang kurang efisien.

"Kalau ojek itu ditetapkan sebagai angkutan umum maka pemerintah by design sudah salah. Artinya menyediakan angkutan umum yang tidak efisien," pungkas Sugihardjo. 

Ikuti kami di
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas