Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mendes Berharap Dana Desa Bisa Ubah Citarik Jadi Destinasi Wisata

Eko meyakini dengan pengelolaan dana desa yang baik mampu mengubah suatu kawasan serta meningkatkan taraf hidup warga sekitar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Sanusi
zoom-in Mendes Berharap Dana Desa Bisa Ubah Citarik Jadi Destinasi Wisata
Yanuar Nurcholis Majid
Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat meninjau Desa Citarik, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo berharap dengan Program Padat Karya Dana Desa bisa mengubah Desa Citarik, yang dahulu terkenal kumuh menjadi destinasi wisata.

"Daerah ini tadinya kumuh, bau, dan banyak sampah, sekarang berubah. Saya berharap kawasan ini bisa jadi destinasi wisata," ujar Eko saat meninjau Program Padat Karya Tunai di Desa Citarik, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018).

Eko meyakini dengan pengelolaan dana desa yang baik mampu mengubah suatu kawasan serta meningkatkan taraf hidup warga sekitar.

Selain itu Eko menilai dengan telah diterimanya dana padat karya desa di Desa Citarik dapat berdampak positif bagi lokasi tersebut.

"Setelah itu, mungkin akan ada mountain bike track atau wahana ekosistem lainnya, pembangunannya bertahap," ujar Eko.

Baca: Nasib Pengemudi Uber Gagal Jadi Mitra Gojek: Akun Saya Disuspend Jadi Enggak Bisa Daftar

Di tempat yang sama Kepala Desa Citarik, Moch Ledi Nurlaedi mengatakan alokasi dana desa yang diterima pada 2018 mencapai Rp 771 juta. Dana desa yang cair sampai saat ini sudah berkisar 20 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami sudah gunakan untuk pembangunan tembok penahan longsor, embung, saung, dan operasional bank sampah," ujar Ledi.

Untuk itu Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi mengajak semua pihak guna mengawasi program padat karya dana Desa tersebut.

"Ini kan bukan proyek pusat. Karena Ada nilai ekonomi. Diharapkan bisa diawasi bersama," ujar Eko.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas