Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tumpahan Minyak di Perairan Balikpapan Ditaksir 40 ribu Barrel

Direktur Pengolahaan Pertamina Toharso menaksir jumlah tumpahan minyak di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur mencapai 40 ribu barrel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tumpahan Minyak di Perairan Balikpapan Ditaksir 40 ribu Barrel
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Direktur Pengolahaan Pertamina Toharso di ruang komisi VII, kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa (10/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Pengolahaan Pertamina Toharso menaksir jumlah tumpahan minyak di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur mencapai 40 ribu barrel.

"Belum dihitung secara detail, tapi indikasinya kurang lebih 40.000 barrel catatan dipemompaannya 40 ribu barel kurang lebih ya," ujar Toharso di ruang rapat Komisi VII, kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Baca: ‎ Bupati Bandung Barat Terjaring OTT KPK

Dia pun mengklaim Pertamina sejak kejadian itu berlangsung, Sabtu (31/3/2018) lalu langsung menghentikan pasokan minyak dari Terminal Lawe-lawe Penajam Paser ke Kilang Minyak Balikpapan.

"Begitu kejadian jam 8 pagi dari terminal Lawe-lawe langsung distop pada hari itu langsung," tuturnya.

Meski masih dalam proses investigasi lanjutan, Toharso menjelaskan kejadian tumpahan minyak itu disebabkan adanya pipa yang bergeser jauh dan putus 30 cm dari ujung ke ujung kemudian terlepas.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: BREAKING NEWS: Seorang Bupati di Jawa Barat Terjaring OTT KPK

Namun, ia belum bisa menjelaskan penyebab terlepas dan terputusnya pipa minyak bawah laut itu.

Pertamina pun membantah alasan terlepasnya pipa tersebut karena ketidaklayakan pipa meski telah berusia 20 tahun.

Baca: Kabar Gembira Bagi PNS ! THR Tahun Ini Akan Naik, Pensiunan Juga Bakal Dapat

"Usia pipa itu kurang lebih 20 tahun bukan berarti pipa 20 tahun bawah laut diganti, usia pipa bisa lebih dari 20 tahun yang penting tiap 3 tahun disertifikasi," kata Toharso.

Toharso menjelaskan pipa tersebut terakhir disertikasi pada tahun 2016 lalu, sehingga 3 tahun mendatang atau 3 tahun ke depannya tepatnya 2019 nanti akan kembali disertifikasi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas