Sama-sama dari Militer, Gerindra Nilai Sulit Sandingkan Prabowo dan Gatot di Pilpres
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah mendeklarasikan diri maju dalam Pilpres 2019.
Penulis:
Theresia Felisiani
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah mendeklarasikan diri maju dalam Pilpres 2019.
Namun Nasir Jamil, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai yang jadi mitra koalisi Gerindra masih ragu dengan Prabowo.
Dia berfirasat Prabowo tidak akan maju Pilpres sehingga tiket Capres akan diberikan ke orang lain.
Kandidat yang cocok menurut Nasir Jamil yakni Gatot Nurmantyo.
Sementara itu, Habiburokhman, Ketua DPP Partai Gerindra menegaskan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sudah secara tegas mendeklarasikan diri maju dalam Pilpres 2019.
Baca: Prabowo Dianggap Tak Meyakinkan, Demokrat Akan Dukung Jokowi, Jika Head to Head Lagi
Dikonfirmasi bagaimana jika Gatot maju mendampingi Prabowo menjadi Cawapres?
Habiburokhman bilang perlu kajian yang sangat mendalam.
"Ya kalau jadi cawapres bagi Pak Prabowo, kan mesti ada kajian yang sangat mendalam. Kenapa? Karena Pak Prabowo militer, Pak Gatot militer. Apa itu bisa dijual? Pasangan yang sama-sama militer," tuturnya, Selasa (17/4/2018) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Habiburokhman menambahkan bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan banyak tokoh negarawan yang berpotensi dengan berbagai macam latar belakang.
"Jadi konsep keterwakilan itu apakah bisa dijawab kalau dua-duanya militer ? Kalau jadi cawapres dari Pak Jokowi, ya monggo, silakan," singkatnya.