Bertemu Dubes Palestina, PDIP Bicarakan Joint Committee Hingga Diplomasi Kemerdekaan
PDIP terus menerus memberikan dukungan sepenuhnya terhadap langkah-langkah diplomasi internasional
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Saleh Muhammad Al-Shun mendatangi kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018).
Kunjungan Duta Besar Palestina dengan DPP PDI Perjuangan merupakan acara silahturahmi serta membicarakan beberapa hal terkait Indonesia dan Palestina yang sudah lama bersahabat.
Dalam pertemuan tersebut, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini juga membahas isu-isu terkini mengenai kondisi Palestina.
Pasalnya, Hasto menyebut, Presiden Sukarno sejak dulu menentang keras penjajahan Israel kepada Palestina.
"PDIP terus menerus memberikan dukungan sepenuhnya terhadap langkah-langkah diplomasi internasional, secara komprehensif untuk menggalang dukungan bangsa-bangsa di dunia dengan sejarah kepemimpinan di Asia Afrika, agar kita mengorgansir hubungan tersebut untuk dapat suarakan di sidang umum PBB terhadap dukungan ke Palestina," kata Hasto usai pertemuan tersebut, Rabu (18/4/2018).
Hasto juga menyinggung soal keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menjadikan Yarusalem sebagai ibu kota Israel.
Pemerintah Indonesia, terang Hasto, akan terus memperjuangkan dukungan terhadap Palestina.
Selain itu, Hasto menyebut PDIP mengusulkan untuk membentuk joint committee yang melibatkan parlemen kedua negara, yaitu DPR RI dan Parlemen Palestina.
"PDIP mengusulkan untuk membentuk steering commite yang melibatkan parlemen kedua negara dimana DPR RI dengan Parlemen Palestina untuk mencari dukungan seluruh parlemen kedua negara terhadap negara-negara yang mendukung kemerdekaan Palestina," kata Hasto.
Sementara itu, Dubes Palestina Zuhair Saleh berterima kasih kepada PDIP yang telah menerima mereka dan membahas peluang kerja sama antar Indonesia dan Palestina.
"saya bisa mepihat semangat sejauh mana dan kepedulian PDIP mengenai masalah Palestina dan rakyat Indonesia menilai kemerdekaan dan masalah penjajahan di Palestina. Kami itu bukan sesuatu yang asing bagi rakyat Indonesia yang kita melihat mereka sebagai saudara perjuangan," kata Zuhair Saleh.
Diakhir pertemuan, Hasto sempat menunjukkan foto Megawati Soekarno Putri saat bertemu dengan tokoh pejuang Palestina Yasser Arafat.
Keduanya bertukar cinderamata. Hasto memberikan plakat berlambang banteng PDIP, batik dan buku mengenai Pancasila. Sedangkan, Zuhair memberikan buku tentang Yarusalem.
Baca tanpa iklan