Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Amien Rais: PAN Tidak Mungkin ke Jokowi, Titik

"Read my lips kata orang Amerika. Jadi Tidak mungkin PAN ke Jokowi, titik‎,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Amien Rais: PAN Tidak Mungkin ke Jokowi, Titik
TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK
Amien Rais 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menegaskan bahwa partainya tidak akan mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.

Menurutnya sangat mustahil PAN merapat ke kubu Jokowi.

Baca: Amien Rais Temui Fadli Zon Bahas Prediksi Remacth Jokowi Dengan Prabowo

"Read my lips kata orang Amerika. Jadi Tidak mungkin PAN ke Jokowi, titik‎," kata Amien usai menemui Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (26/4/2018).

Menurutnya meskipun PAN baru akan menentukan arah koalisi pada Rakernas Juni atau Juli mendatang‎, namun ia sudah bisa membaca keinginan kader PAN di seluruh Indonesia.

Baca: Amien Rais: Ganti Presiden Sudah Unstoppable

‎"Saya sudah membaca sudah ada keputusannnya nanti, masa saya tidak bisa baca orang PAN yah," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Bertemu Amien Rais, Fadli Zon Mantapkan Upaya Ganti Presiden 2019

Amien mengaku lebih mengetahui keinginan kader PAN dalam Pemilu Presiden mendatang ketimbang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Ia merupakan pendiri PAN dan sudah berkeliling daerah menampung aspirasi kader partai.

‎"No no saya lebih tahu daripada pak Zulkifli. Maaf. karena saya mendirikan. Saya keliling kemana-mana. Umat PAN di bawah itu emoh Jokowi titik. Jadi pak Zulkifli bermanuver itu hanya sandiwara saja yah," katanya.

Adapun alasan PAN tidak mau merapat ke Jokowi karena banyak janji kampanyenya di Pemilu 2014 yang tidak terpenuhi.

Selain itu berdasarkan penilaian PAN banyak kegagalan pada pemerintahan Jokowi.

Mulai dari nilai tukar rupiah terhadap dollar yang terus melemah dan kebijakan mempermudah masuknya tenaga kerja asing (TKA).

"TKA ini makin menggebu, utang juga luar biasa. Dulu kan mengatakan, kalau aku jadi presiden dollar akan 10 ribu, sekarang hampir 14 ribu, and so far, yaudahlah pak Jokowi kita hargai, anak bangsa sudah berjuang, kalau memang belum berasa tidak berhasil yaudah itu yang namanya demokrasi," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas