Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Megawati Singgung Politisasi Kasus Di Depan Kader PDIP

"Jangan sampai tersangkut masalah hukum. Saya melihat masuk proses dipolitisasi. Banyak hal yang saya lihat hal yang tak perlu terjadi tetap terjadi,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Megawati Singgung Politisasi Kasus Di Depan Kader PDIP
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, meminta kader partai berlambang kepala banteng itu supaya tidak terjerat kasus hukum.

Menurut dia, penegakan hukum kental dengan politik.

Sehingga, kata dia, cenderung ada upaya politisasi terhadap kasus tertentu.

Baca: Novel Baswedan: Saya Belum Aktif di KPK Karena Belum Bisa Membaca

Namun, dia tidak dapat menyebutkan kasus tersebut.

"Jangan sampai tersangkut masalah hukum. Saya melihat masuk proses dipolitisasi. Banyak hal yang saya lihat hal yang tak perlu terjadi tetap terjadi," tutur Mega saat membacakan pidato di acara Rapat Koordinator Bidang Politik dan Keamanan PDI P, Kamis (3/5/2018) sore.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Megawati Ingatkan Tetap Jaga Persatuan Jelang Pemilihan Presiden

"Tidak perlu saya sebut peristiwa. Yang kami tahu masalah hukum ini sekarang tidak dilihat banyak hal yang dipolitisasi. Banyak hal yang tidak patut hari-hari ini terjadi," lanjut dia.

Untuk itu, dia meminta, para kader tidak memberikan nama buruk partai dan menjadikan partai hanya untuk kepentingan pribadi.

Baca: Mengaku Seorang Sarjana Hukum, Deisti Tidak Diajak Diskusi Soal Langkah Hukum Setya Novanto

Namun yang seringkali terjadi banyak kekhilafan sehingga kader tersentuh proses hukum.

Dia menegaskan, jajaran DPP PDI P terus memantau aktivitas kader.

Jika ada kader yang melakukan pelanggaran, maka pihaknya tidak segan melakukan pemecatan.

"Partai ini didirikan tidak dengan sukaria, tetapi dengan susah payah dan air mata. Sebenarnya mereka yang masuk sekarang sudah sangat menikmati," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas