Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sopir Truk Mengeluh Pungli, Wakapolri: Jangan Langsung Menuduh Polisi

Komjen Syafruddin meminta semua pihak jangan langsung menuduh Polisi, saat terjadi pungutan liar kepada para sopir truk di jalan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Sopir Truk Mengeluh Pungli, Wakapolri: Jangan Langsung Menuduh Polisi
TRIBUNNEWS.COM/SENO TRI SULISTIYONO
Presiden Jokowi di Istana 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakapolri Komjen Syafruddin meminta semua pihak jangan langsung menuduh Polisi, saat terjadi pungutan liar (pungli) kepada para sopir truk di jalan.

"Dia (sopir) mau curhat, tapi menyangkut premanisme, jangan langsung ditujukan ke polisi, kalian kan (wartawan) pikirannya langsung polisi," tutur Syafruddin di komplek Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Baca: Indef Dorong BI Naikkan Suku Bunga Acuan untuk Stabilkan Rupiah

Hari ini, Wakapolri bersama Menteri Perhubungan Budi Karya mendampingi Presiden Joko Widodo menerima para sopir logistik di Istana Negara. Dimana, para sopir banyak mengeluhkan banyaknya pungli yang dilakukan oleh preman.

Menurut Syafruddin, polisi saat ini tidak lagi berani melakukan pungli di jalan maupun di jembatan timbang, berbeda pada 20 tahun lalu, dimana polisi terlibat dalam praktik pungli.

"Aparat mana? Jembatan timbang, enggak ada lagi korek-korek gitu, dulu kan polisi, korek-korek, enggak ada lagi korek-korek. Polisi zaman dulu, 20 tahun yang lalu dengan polisi zaman sekarang, itu beda," paparnya.

Wakapolri menjelaskan, remunerasi yang diterima Polisi sekarang sudah cukup besar dan melebihi dari gaji setiap bulannya, sehingga jika ada yang masih pungli langsung dipecat.

"Mereka juga jijiklah mau pungli-pungli yang Rp 5 ribu, Rp 10 ribu sekarang, remunerasi besar sekarang, polisi itu. Tidak masuk akal, kalau toh ada satu, dua oknum yang gila, kita akan pecat, yang dikeluhkan itu premanisme di jalan, bukan aparat formil," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas