Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bom di Surabaya

Presiden Harus Terbitkan Perppu Anti Terorisme

Tiga bom bunuh diri terjadi di tiga lokasi berbeda di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu pagi. Sedangkan dua bom lainnya diledakan pada malam hari

Presiden Harus Terbitkan Perppu Anti Terorisme
ISTIMEWA
Petrus Sihombing 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Anti Terorisme. Permintaan itu disampaikan Ketua DPP Bidang Hukum Generasi Pembaharu Indonesia (Gempar), Petrus Sihombing kepada wartawan, Senin (14/5/2018).

"Presiden harus mengeluarkan Perppu. Karena peristiwa yang terjadi belakangan ini benar-benar sangat genting dan harus diatur regulasinya dengan di terbitkannya Perppu anti terorisme," kata Petrus.

Alasan dirinya meminta agar Presiden Jokowi menerbitkan Perppu tersebut, lantaran Revisi UU Anti Terorisme yang digodok di DPR sangat lamban. Bahkan, sudah hampir setahun tidak kelar-kelar. "Lambatnya revisi itu yang membuat Kepolisian Indonesia sulit untuk mencegah terjadinya aksi terorisme," kata dia.

Dalam pembuatan Perppu anti terorisme, lanjut Petrus, Presiden Jokowi harus memperhatikan substansi-substansi untuk meminimalisir terjadinya gerakan-gerakan radikalisme, yang mungkin sedang tumbuh di masyarakat. "Saya pribadi sangat menyesalkan dan mengutuk kejadian bom tersebut. Kiranya kita tetap terus mendoakan dan tetap bersatu untuk melawan aksi-aksi teroris yang ada di Indonesia," kata dia.

Tiga bom bunuh diri terjadi di tiga lokasi berbeda di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu pagi. Sedangkan dua bom lainnya diledakan pada malam hari di Kota Sidoarjo, Jawa Timur.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas