Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Satu Guru Bomber Surabaya-Sidoarjo, Tiap Minggu Didoktrin Terorisme

Polisi menemukan sejumlah bahan peledak ketika melakukan penggeledahan di rumah Tri Murtiono, pengebom Polrestabes Surabaya

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: ade mayasanto
zoom-in Satu Guru Bomber Surabaya-Sidoarjo, Tiap Minggu Didoktrin Terorisme
capture video
Terungkap Otak Sekaligus Guru Pengebom Surabaya, Kegiatan Rutin dengan Keluarga Pelaku Mengejutkan 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA - Polisi menemukan sejumlah bahan peledak ketika melakukan penggeledahan di rumah Tri Murtiono, pengebom Polrestabes Surabaya.

Penggeledahan berlangsung sekira 3,5 jam, Selasa (15/5/2018). 

Di rumah kontrakan Tri Murtiono, kawasan Tambak Medokan Ayu, Gang 6, Rungkut, Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan hadir di lokasi penggeledahan.

Namun Kapolrestabes belum bisa memberikan keterangan detail mengenai jumlah dan jenis bahan peledak yang ditemukan di rumah tersebut.

"Ada bahan peledak, tapi belum bisa beri keterangan pasti, kasih waktu kami bekerja," ujar Kapolrestabes Surabaya. Selama penggeledahan tidak terdengar ledakan.

Tri Murtiono bersama istri dan tiga anaknya melakukan aksi bom bunuh diri di pintu gerbang Polrestabes Surabaya, Senin pagi.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada aksi itu, anak bungsu Tri Murtiono bernama Ais (8) selamat.

Aksi Tri Murtiono sekeluarga terjadi sehari setelah keluarga Dita Oepriyanto (Ketua Jamaah Ansharut Daulah/JAD) Surabaya melakukan aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu pagi.

Pada malam harinya terjadi ledakan di rumah Anton Febrianto, di Rusunawa Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Para pengebom itu saling mengenal satu sama lain.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan ,Tri Murtiono dan Anton Febrianto berguru kepada Dita.

Mereka ini melakukan pertemuan setiap minggu di rumah Dita, kawasan Rungkut, Surabaya.

"Mereka ini satu jaringan, satu guru. Gurunya Dita. Mereka didoktrin pemahaman teror," jelas Machfud di Polda Jatim, Surabaya, Selasa. Machfud menuturkan, mereka berkumpul setiap minggu sejak lama.

Halaman Berikutnya >>>

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas