Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dirjen Imigrasi Ungkap Modus Pengiriman TKI Ilegal

"Secara umum sekitar 1500 dari Januari, paspor yang ditunda,” tutur mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu ditemui di Auditorium BNP2TKI.

Dirjen Imigrasi Ungkap Modus Pengiriman TKI Ilegal
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny Franky Sompie (kiri). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menunda penerbitan ribuan paspor bagi para calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Penundaan penerbitan paspor itu dilakukan, karena pengiriman TKI itu disinyalir ilegal.

Dirjen Imigrasi, Ronny Franky Sompie, mengatakan pihaknya menemukan ada upaya pengiriman TKI secara ilegal melalui berbagai modus operandi.

Baca: BNP2TKI Tegaskan Pentingnya Perlindungan Dini Untuk Cegah Adanya TKI Ilegal

"Secara umum sekitar 1500 dari Januari, paspor yang ditunda,” tutur mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu ditemui di Auditorium BNP2TKI, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Berdasarkan temuan di lapangan, dia menjelaskan, para calon TKI itu memilih menggunakan visa kunjungan wisata untuk dapat pergi ke luar negeri.

Baca: KPK Tangkap Bupati Buton Selatan Bersama Sembilan Orang Lainnya Dan Sita Uang Rp 400 Juta

Namun, kata dia, sesampai di negara tujuan, mereka malah bekerja.

Selain itu, dia melanjutkan, sebagian orang mengklaim ingin melakukan ibadah atau ziarah ke tempat-tempat suci agama di sejumlah negara kawasan Timur Tengah.

"Yang, kami curigai mereka akan melakukan kegiatan bekerja, tetapi tidak sesuai prosedur. Dia mau wisata, tetapi tidak jelas alasan wisata ke luar negeri. Ada yang mau ziarah, tetapi tidak ada rekomendasi,” kata dia.

Baca: PP Pemuda Muhammadiyah Berharap DPR Tidak Terburu-buru Sahkan RUU Terorisme

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sudah bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas