Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bung Karno Dan Keberhasilan Menegakkan Norma Islam Untuk NKRI

Direktur Eksekutif Aliansi Indonesia Damai (AIDA) Hasibullah Satrawi mengatakan, Bung Karno berhasil menghadirkan Islam Nusantara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Bung Karno Dan Keberhasilan Menegakkan Norma Islam Untuk NKRI
Istimewa
Direktur Eksekutif Aliansi Indonesia Damai (AIDA) Hasibullah Satrawi dalam diskusi Bung Karno dan Islam, yang digelar Megawati Institute, di Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Aliansi Indonesia Damai (AIDA) Hasibullah Satrawi mengatakan, Bung Karno berhasil menghadirkan Islam Nusantara.

"Bung Karno adalah sosok Islam Nusantara yang berkemajuan,” kata Hasibullah, dalam diskusi Bung Karno dan Islam, yang digelar Megawati Institute, di Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Hasibullah mengatakan Bung Karno adalah seorang nasionalis yang sangat memahami Islam.

Baca: Mengaku Korban Begal Kepada Polisi, Seorang Pria Di Bogor Gelapkan Uang Perusahaan Rp 170 Juta

Pemahamannya terhadap Islam diterjemahkan Bung Karno dengan merangkul rakyat sejak masa penjajahan dan setelah Indonesia merdeka.

Karena itu, kata Hasibullah, keliru jika Bung Karno dinilai jauh dari ajaran Islam.

Dia melanjutkan, Bung Karno mampu menyatukan rakyat Indonesia yang terdiri dari banyak suku dan agama.

Bung Karno juga berperan besar menjaga semangat seluruh rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca: Agun Gunandjar: Mencegah Peredaran Narkoba Lebih Baik Daripada Mengobati

"Kalau bukan Bung Karno, mungkin kita (Indonesia) menjadi Madura sendiri, Jawa sendiri, Sumatera sendiri (tidak bersatu),” ungkap Hasibullah.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemikiran-pemikiran Bung Karno, kata Hasibullah, berhasil meyakinkan tokoh-tokoh Islam pada saat itu untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai negara Islam karena di dalamnya terdapat rakyat pemeluk agama lain dan ikut berjuang meraih kemerdekaan.

"Bung Karno merumuskan intisari ilmu (Islam), maka para tokoh Islam tidak mempersoalkan apakah menjadi negara Islam atau NKRI, yang penting norma (Islam-nya) hadir,” ungkap Hasibullah.

"Dengan fakta seperti ini, jangan pernah dibayangkan Indonesia lahir dari orang yang tidak paham agama. Bung Karno yang saat itu dianggap sebagai kelompok nasionalis sangat memperhatikan konsep, ruh, dan amalan Islam,”kata.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas