Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kepala BNPT Akui Banyak 'Jalan Tikus' di Nusakambangan

Di Nusakambangan juga banyak berdiri kontrakan yang dihuni oleh keluarga atau orang yang memiliki hubungan dengan narapidana terorisme.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kepala BNPT Akui Banyak 'Jalan Tikus' di Nusakambangan
Tribun Jateng/Adi Prianggoro
Seorang petugas Lapas Nusakambangan siap siaga menjaga lembaga permasyarakatan tersebut, 7 Februari 2014. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius mengatakan banyak sekali jalan tikus menuju Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.

Bukan hanya jalan tikus, di Nusakambangan juga banyak berdiri kontrakan yang dihuni oleh keluarga atau orang yang memiliki hubungan dengan narapidana terorisme.

‎"Dulu kami pernah ke Nusakambaangan, itu banyak kontrakan di sekitar itu dan kontrakannya juga ternyata orang-orang yang punya hubungan keluarga yang ada di dalam. Ini yang perlu diantisipasi," ujar Suhardi dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (30/5/2018).

Suhardi mengatakan butuh bantuan personil TNI/Polri untuk menyisir dan menjaga jalur tikus tersebut‎.

Baca: 7 Kengerian Lapas Nusakambangan, Sistem Penjagaan Ketat Hingga Tersebar Hewan Buas

Pasalnya menurut, Mantan Kabareskrim itu, adanya jalur tikus sangat membahayakan.

‎"Kami sudah koordinasi dengan Dirjen lapas, memang ini berbahaya juga, memang kami butuh Polri dan juga TNI untuk menjaga jalan tikus. Di Nusakambangan memang banyak sekali‎," katanya.

BNPT menurut Suhardi menjalin kerjasa dengan Lembaga Permasayarkat‎an menggelar pelatihan pengamanan Narapidana kasus terorisme.‎

Rekomendasi Untuk Anda

BNPT juga memberi masukan agar diterapkan reward and punishment kepada para sipir yang memiiki tanggungjawab yang besar tersebut.

"Kami melatih mereka semua bagaimana harus bersikap. Jadi kami sudah koordinasi dengan Dirjen Lapas. Mudah-mudahan ini jadi inisiatif kami untuk kebaikan," katanya.

Pernyataan Suhardi tersebut menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa soal adanya jalur tikus di Nusakambangan.

Desmond mengaku mendapat telpon ‎ dari Kordinator LP Nusakambangan, Hendra Eka Putra.

Menurut Desmond kesan yang ditangkap dari telepon Hendra adalah para Napi Terorisme tersebut sangat menakutkan.

‎"Kenapa menakutkan karena minta ke saya tolong sampaikan ke pimpinan Polri tolong jalur-jalur tikus ke lapas Nusakambangan, tolong diawasi," pungkas Desmond.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas