Tribun

Arsul Sani tantang KPK Debat soal Pasal Tipikor di Dalam RKUHP

Ia pun mengajak debat komisi anti rasuah tersebut saat rapat kerja di DPR terkait pembahasan UU Tipikor dalam RKUHP.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Arsul Sani tantang KPK Debat soal Pasal Tipikor di Dalam RKUHP
Tribunnews.com/Eri Komar Sinaga
Anggota Pansus Angket KPK Arsul Sani 

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Terus dimintai tanggapan mengenai pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelesaian Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), anggota Pansus RKUHP Arsul Sani kesal.

Ia pun mengajak debat komisi anti rasuah tersebut saat rapat kerja di DPR terkait pembahasan UU Tipikor dalam RKUHP.

Menurutnya, 'kicauan' KPK terkait RKUHP sangat tidak fair karena selalu disampaikan di hadapan media, bukan kepada parlemen khususnya Pansus RKUHP.

"Daripada KPK hanya bicara ke media, kemudian DPR dimintai tanggapan begitu, itu nggak fair," ujar Arsul, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018).

Baca: Masuknya Pasal Tipikor ke Dalam RUU KUHP Diperdebatkan

Anggota Komisi III itu pun menantang pihak KPK untuk berdebat di ruang Komisinya yang memang membidangi tentang hukum.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menegaskan bahwa tidak hanya KPK yang mengerti permasalahan hukum, namun anggota DPR juga ada yang menguasai bidang itu.

Sehingga ia menilai adil jika KPK dan DPR berdebat secara langsung, tanpa harus saling lempar tanggapan kepada awak media.

"Kita berdebat saja secara ilmiah di ruang ini, yang menguasai hukum tidak hanya KPK, di DPR juga ada" tegas Arsul.

Arsul kemudian menambahkan, seharusnya KPK tidak terus menerus mengeluarkan pernyataan yang memojokkan DPR.

Seolah lembaga wakil rakyat itu tidak mendukung pemberantasan terhadap korupsi.

"Jangan pula dibiasakan menciptakan situasi yang diinginkan (bahwa) KPK ini harus dituruti dan dianggap benar," kata Arsul.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas