Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PKS: Survei Internal Kami Pemilih Jokowi Hanya 26 Persen

Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Pipin Sofian, membocorkan hasil survei internal partainya terkait Pemilihan Presiden 2019.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in PKS: Survei Internal Kami Pemilih Jokowi Hanya 26 Persen
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Pipin Sofian, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Pipin Sofian, membocorkan hasil survei internal partainya terkait Pemilihan Presiden 2019.

Dua bulan menjelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden 2019, menurut Pipin, PKS semakin solid dengan Partai Gerindra.

Hanya tinggal menentukan nama calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo Subianto bertarung dengan Joko Widodo.

Baca: Polres Metro Bekasi Lakukan Contra Flow di Jalur Mudik Sepeda Motor Jalan Raya Kalimalang

PKS telah melakukan survei internal partai.

Pipin memaparkan, tanda tagar(#)2019GantiPresiden sudah menjangkau cuitan mencapai 800 juta di seluruh Indonesia hingga ke luar negeri.

Baca: Pembunuh Grace Mengaku Dengar Bisikan Sebelum Melakukan Aksi Bejatnya

"Hanya 30 persen dari #JokowiDuaPeriode," ujar Pipin di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018).

Berdasarkan hasil survei internal PKS, kata Pipin, jika Pemilihan Presiden diselenggarakan saat ini, hampir 50 persen ingin Presiden Joko Widodo diganti.

Rekomendasi Untuk Anda

"Survei internal kami pemilih Jokowi hanya 26 persen. Publik sampai saat ini mencari sosok pengganti Jokowi," imbuh Pipin.

Baca: Jokowi Akan Bertemu KPK Bahas RKUHP Setelah Lebaran

Pada Pilpres 2019, PKS memastikan akan menjadi partai penantang petahana. Hal itu berdasarkan aspirasi yang diserap dari kader PKS.

"PKS mendengar ulama, yang ingin membentuk koalisi keumatan, kita berharap tidak ada lagi kriminalisasi ulama," ucap Pipin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas