Tribun

Anggota DPR Arsul Sani Kritisi Juru Bicara KPK

Arsul mengingatkan agar Febri bersikap proporsional dan faktual dalam memberikan penjelasan selaku jubir.

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Anggota DPR Arsul Sani Kritisi Juru Bicara KPK
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Sekjen PPP Arsul Sani yang ditemui di hotel kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yulis Sulistyawan

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mengkritisi Juru Bicara KPK Febri Diansyah soal penyampaian keterangan kepada media.

Arsul mengingatkan agar Febri bersikap proporsional dan faktual dalam memberikan penjelasan selaku juru bicara lembaga anti rasuah itu.

Menurutnya, KPK tidak perlu menyelipkan pesan-pesan tersembunyi untuk menunjukkan superiotas KPK dan pada saat yang sama, ada unsur "pembunuhan" karakter terhadap seseorang atau lembaga.

Untuk kasus terakhir, Arsul merujuk pada penjelasan Febri tentang dipanggilulangnya Ketua DPR Bambang Soesatyo ke KPK pagi ini.

Menurut Arsul, dirinya telah mengontak Ketua DPR dan protokoler DPR, apakah kedatangan Ketua DPR tersebut, atas panggilan resmi berikutnya atau atas kemauan sendiri.

"Hasil tabayun (ricek) saya, ternyata tidak ada itu panggilan baru dari KPK. Yang ada pihak Mas Bamsoet berkomunikasi dengan penyidik KPK dan memberitahukan bisa datang jum'at pagi ini untuk memberi keterangan mengingat kegiatan di DPR sudah mulai berkurang ", kata Arsul dalam rilisnya.

Arsul menuturkan, Bambang Soesatyo datang pukul 08.00 dan selesai memberi keterangan pukul 09.30. Keluar pukul 09.35 langsung memberikan keterangan pers kepada wartawan di lobby Gedung KPK.

"Nah, kalau faktualnya seperti ini maka Jubir KPK juga harus menyampaikan kepada publik bahwa Ketua DPR setelah berkomunikasi dengan penyidik KPK datang atas inisiatif sendiri untuk memberi keterangan, tanpa ada panggilan ulang."

"Jadi tidak ada kesan konten penyesatan informasi dalam penjelasan yang mengarah pada pembunuhan karakter,” lanjut Arsul.

Menutup keterangannya, Arsul menambahkan bahwa sebagai anggota DPR mendukung KPK untuk tetap terus melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi terhadap siapa saja.

Namun tidak perlu kemudian ada kontroversi atau perseteruan kelembagaan akibat komunikasi publik yang tidak faktual dari lembaga penegak hukum.(*)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas