Tribun

Pilpres 2019

PPP: Wacana Pencapresan Amien Rais‎ Untuk Dapatkan Efek Ekor Jas

Wacana tersebut bisa saja serius atau hanya untuk menaikan elektabilitas partai.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in PPP: Wacana Pencapresan Amien Rais‎ Untuk Dapatkan Efek Ekor Jas
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Sekjen PPP Arsul Sani yang ditemui di hotel kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan ada dua kemungkinan mengenai wacana pencapresan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Wacana tersebut bisa saja serius atau hanya untuk menaikan elektabilitas partai.

PPP sendiri kata Arsul menilai wacana pencapresan Amien bukan sesuatu yang serius, melainkan hanya untuk meningkatkan elektabilitas PAN melalui efek ekor jas (Coattail effect).

"Tapi buat saya, cenderung melihatnya dalam konteks makna kedua. Yakni Amien Rais sedang menerapkan teori "coattail effect" atau "efek ekor jas" seperti yang dijelaskan dalam disiplin ilmu politik bahwa pencalonan tokoh partai pada jabatan presiden atau Wapres akan memberikan dampak elektoral yang positif kepada partainya," ujar Arsul saat dihubungi, Senin, (11/6/2018).

Baca: Usia 78 Tahun, Nenek Manih Hamil 7 Bulan Usai Dinikahi Pemuda 28 Tahun

Menurut Arsul, Amien sedang mencoba peruntungan wacana pencapresannya dapat menaikan keterpilihan PAN dalam Pemilu legislatif 2019. Mencoba peruntungan seperti yang didapatkan ‎PDIP yang mengusung Joko Widodo ( Jokowi) , Gerindra yang mendorong Prabowo Subianto, dan Demokrat saat mengusung Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2009 lalu.

‎"Saya melihat Amien Rais sedang mencoba peruntungan itu, dan mengapa bukan Pak Zul (Zulkifli Hasan), ya karena daya jual Amien paling tidak dilingkungan kelompok Islam tertentu harus diakui lebih tinggi,"katanya.

Menurutnya, Coattail Efffect melalui pencapresan Amien tidak sebesar dan seefektif pada Jokowi dan Prabowo. Persepsi publik mengenai Amien Rais masih kalah kuat dibanding Jokowi dan Prabowo.

"Bahkan tidak sekuat SBY yang dua kali menjdadi Presiden," pungkasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas