Pengamat: PKB Kalah Telak dari PPP di Pilkada Serentak 2018
Begitu juga di Jateng, dimana PKB pada pemilu sebelumnya unggul dibanding PPP, pada Pilkada kali ini kalah dari PPP.
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemenangan tiga pasangan calon yang diusung PPP di Pilkada Provinsi Pulau Jawa menurut pengamat politik Muhammad Qodari memiliki makna khusus bagi partai berlambang ka'bah tersebut.
Pengamat dari Indo Barometer ini secara khusus menyoroti rivalitas antara PPP dan PKB karena kedua partai ini mempunyai kemiripan pemilihnya.
Di Jatim dimana sering didominasi PKB dan PDIP, namun pada Pilkada 2018 paslon yang didukung oleh dua partai itu kalah dibanding yang diusung partai lain yang di dalamnya ada PPP.
Begitu juga di Jateng, dimana PKB pada pemilu sebelumnya unggul dibanding PPP, pada Pilkada kali ini kalah dari PPP.
Baca: Jagoan PPP Menang di Tiga Pilgub Pulau Jawa
Bahkan PPP berhasil menempatkan kadernya sebagai wakil gubernur yang menang dalam hitungan cepat (quick count).
"Hal ini bisa menjadi momentum (kebangkitan) bagi PPP, " ujar Qodari saat hadir di salah satu televisi nasional, Rabu (27/6/2018) malam.
Sementara itu di Jabar, walaupun PKB ikut mengusung pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, namun mereka hanya menjadi partai pengusung, sementara PPP seperti Jateng juga menempatkan kadernya sebagai wakil gubernur.
Secara kultural, PPP memang selama ini unggul atas PKB.
"Di Jawa Timur, PKB kalah dari PPP. Di Jawa Tengah PPP juga menang dari PKB, sementara di Jawa Barat PKB ikut menang dengan PPP," tambah Qodari.