Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Bertemu Perdana Menteri Mahathir, Ini Topik-topik Penting yang Dibicarakan

Hal utama yang menjadi hal pembahasan adalah uang terkait good governance terutama isu pemberantasan korupsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Jokowi Bertemu Perdana Menteri Mahathir, Ini Topik-topik Penting yang Dibicarakan
TRIBUNNEWS BOGOR/Lingga Arvian Nugroho
Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad tiba di Istana Bogor, Jumat (29/6/2018). 

Laporan Reporter Kontan, Sinar Putri S.Utami 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir di Istana Kepresidenan Bogor.

Dalam pertemuan tersebut Presiden menjabarkan ada beberapa hal yang dibahas dengan perdana menteri berusia 92 tahun itu.

Hal utama yang menjadi hal pembahasan adalah uang terkait good governance terutama isu pemberantasan korupsi.

Hal itu lantaran, baik Jokowi dan Mahathir memiliki kesamaan yang menjadikan masalah korupsi sebagai salah satu prioritas utama.

Kemudian hal lain adalah pentingnya kontekvitas dan penyelesaian berkaitan dengan perbatasan di dua negara. "Satu persatu akan mulai kita bahas di forum-forum di tingkat menteri," ungkap Jokowi kepada wartawan, Jumat (29/6/2018).

Baca: Penumpang Ojek Online yang Terlindas Bus Sumber Alam di Baranangsiang Ternyata Seorang Dokter

Baca: Tiga Ekor Buaya Muara Terpantau Mengapung di Kali Grogol, Ada yang Panjangnya 2,5 Meter

Sebab, terkait perbatasan misalnya, ia meyakini, jika dibicarakan secara bersama-sama akan akan keuntungan yang didapat oleh malaysia maupun Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu, hal utama yang lain ada terkait perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia yang berada di Malaysia. Serta pembangunan sekolah-sekolah bagi anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia.

Sementara yang berkaitan dengan internasional Indonesia - Malaysia juga berbicara mengenai Laut China Selatan. "Dan kita memiliki komitmen yang sama bahwa penyelesaian lewat dialog yang berbasis pada hukum-hukum internasional akan kita kedepankan," tambah Presiden.

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas