Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kritik Pemerintah, Prabowo Sebut Negara Indonesia Hidup Dari Utang

"Maaf dengan segala hormat, bangsa ini, negara ini hidupnya dari utang," kata Prabowo di hadapan ribuan Purnawirawan Kopassus di GOR Ciracas

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kritik Pemerintah, Prabowo Sebut Negara Indonesia Hidup Dari Utang
Tribunnews.com/Foto Dany Permana
Prabowo Subianto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto kembali mengkritik pemerintah, salah satunya masalah utang Indonesia.

"Maaf dengan segala hormat, bangsa ini, negara ini hidupnya dari utang," kata Prabowo di hadapan ribuan Purnawirawan Kopassus di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (7/7/2018).

Baca: Respon Prabowo Terkait Wacana AHY Jadi Pendampingnya di Pilpres 2019

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya. Namun, Indonesia hidup dari utang pihak asing.

Prabowo juga mengkritik elit politik yang selalu mengucapkan kata manis dan tidak mau mengakui kalau Indonesia harus berutang untuk membayar utang sebelumnya.

"Banyak elit tidak mengakui. Bilangnya utang biasa," tuturnya.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti masalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Rekomendasi Untuk Anda

Dia membandingkan pada tahun 2013 lalu di mana nilai tukar rupiah berada pada angka Rp 9.000 per dolar AS.

Namun, kini di tahun 2018, nilai tukar rupiah berada di atas Rp. 14.000.

Itu artinya, menurut Prabowo, dalam waktu 5 tahun masyarakat bertambah miskin 50 persen.

"Penghasilan kita setengahnya tidak ada nilainya. Misal pensiun Letjem 4,5 juta, daya belinya cuma 2,5 juta," ujar Prabowo.

Baca: Gurau Ngabalin atas Sikap Alumni 212 Terhadap TGB: Alumni Itu Masih Ada, Itu Sekolah Ya?

Ini bukan pertama kalinya Prabowo menyinggung utang luar negeri Indonesia.

Beberapa waktu lalu Prabowo mengatakan bahwa kondisi utang Indonesia sudah membahayakan, jumlahnya sampai Rp 9.000 triliun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas