Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tukang Becak di Jakarta Minta Anies Tidak Maju dalam Pilpres 2019

"Baru tahu malah. Nanti saya lihat. Kapan keluarnya?" kata Anies di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tukang Becak di Jakarta Minta Anies Tidak Maju dalam Pilpres 2019
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serikat Becak Jakarta (Sebaja) membuat petisi yang ditujukan untuk Anies Baswedan agar tidak meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Anies mengaku baru mengetahui petisi online tersebut.

"Baru tahu malah. Nanti saya lihat. Kapan keluarnya?" kata Anies di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).

Baca: Demokrat Berharap Kader Terbaiknya Bisa Jadi Cawapres

Petisi online yang berjudul "Dukung Anies Baswedan Tetap di DKI" itu dibuat Kamis, 12 Juli 2018.

Rasdulah, Koordinator Sebaja yang membuat petisi dalam situs change.org tersebut, menuliskan kegelisahan para tukang becak jika ditinggal Anies dari Jakarta.

Baca: Resmikan Jembatan Diplomasi di Garut, Menlu Retno: Tugas Kami Menjembatani

Rasdulah dan para tukang becak Jakarta senang dengan kehadiran Anies sebagai Gubernur DKI yang mampu mengubah dan memperbaiki nasib mereka sebagai tukang becak.

Rekomendasi Untuk Anda

"Hati kami gembira, teman-teman bersukacita, anak-anak tukang becak kembali tertawa. Bersama dia (Anies), jumlah becak kami data, rute becak diatur di jalur-jalur lingkungan, pasar dan sekolahan, tidak di jalan raya. Semua pranata untuk menata becak telah paripurna," tulisnya seperti dilansir di laman tersebut, Jumat (13/7/2018).

Baca: Politisi Gerindra: Akan Ada Partai Pendukung Jokowi Merapat ke Kubu Prabowo

"Sebagai tukang becak dan orang miskin, saya tidak tahu banyak tentang politik apalagi kekuasaan. Yang saya dan teman-teman tahu dan yakini, janji harus ditepati. Nasib orang miskin harus diperbaiki," lanjutnya.

"Mengucap sumpah haruslah amanah. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di Jakarta. Masih banyak rencana yang belum diselesaikan. Masih banyak warga yang siap bekerja sama."

"Saya dan teman-teman percaya, Gubernur Jakarta akan menjadi contoh bagi politisi di Indonesia. Contoh akan politik yang amanah, menepati janji dan menuntaskan masa bakti," tulisnya lagi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas