Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilpres 2019

Fenomena Paket Capres Cawapres 'Menggantung' Poros Jokowi dan Prabowo

Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, sebetulnya partai Gerindra tidak begitu sulit mengusung Prabowo menjadi capres

Fenomena Paket Capres Cawapres 'Menggantung' Poros Jokowi dan Prabowo
Ist/Tribunnews.com
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Siapa sosok cawapres pendamping Prabowo Subianto kini masih menjadi teka-teki.

Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, sebetulnya partai Gerindra tidak begitu sulit mengusung Prabowo menjadi capres, tinggal mencari dan menyakinkan satu partai koalisi lagi untuk memenuhi ambang batas aturan presidential threshold (PT) sebesar 20-25 persen dalam UU Pemilu.

Baca: Aksi Menpora Malaysia Nge-Vlog Bareng Jokowi, Kaget Saat Dipanggil Bro oleh Presiden

Berbeda dengan poros ketiga yang sedang coba digadang-gadang dibangun oleh partai Demokrat, minimal harus mampu menarik dua parpol koalisi lagi agar bisa memenuhi syarat administratif sebagai prasyarat mengusung capres dan cawapres.

Partai Demokrat juga diketahui terus berupaya melakukan konsolidasi, silaturahim dan penjajakan awal ke beberapa parpol koalisi lainnya.

Hal tersebut, lanjut Pangi, memang sebuah strategi, sosok cawapres sengaja dibuat menggantung.

"Kita tidak kaget membaca fenomena paket capres dan cawapres sengaja dibuat menggantung, baik dari poros koalisi Jokowi maupun Prabowo belum ada yang berani mengumumkan paket capres dan cawapresnya,"ujar Pangi, Sabtu (14/7/2018).

Belakangan memang sudah beredar nama-nama yang berpotensi menjadi pendamping Prabowo Subianto di Pilpres tahun 2019 mendatang

Dari kalangan parpol ada nama-nama seperti politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Heryawan dan Salim Segaf Al Jufri, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zullkifli Hasan dan politisi Partai Demokrat, Chairul Tanjung.

Sedangkan dari kalangan non-parpol muncul nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas