Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ferdinand Hutahaean Berdebat dengan Adian Napitupulu, Karni Ilyas hingga Terpaksa Bubarkan Sesi

Terjadi debat sengit antara Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean dengan Politisi PDIP, Adian Napitupulu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Claudia Noventa
zoom-in Ferdinand Hutahaean Berdebat dengan Adian Napitupulu, Karni Ilyas hingga Terpaksa Bubarkan Sesi
Youtube ILC
Ferdinand Hutahaean denagn Adian Napitupulu 

TRIBUNNEWS.COM - Terjadi perdebatan sengit antara Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean dengan Politisi PDIP, Adian Napitupulu.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Youtube Indonesia Lawyers Club TvOne yang diunggah pada Selasa (17/7/2018).

Awalnya, Ferdinand diberi kesempatan untuk berbicara.

Ia menegaskan bahwa kontrak karya atau KK yang dipersoalkan bukan pada era pemerintahan Presiden SBY namun era Orde Baru.

Ferdinand juga memaparkan bahwa tidak benar kalau pemerintah sebelumnya yakni SBY tidak berbuat apa-apa karena memang pembahasan negosiasi baru harus bisa dilakukan dua tahun sebelum masa kontrak berakhir yakni berakhir 2021.

 Reaksi Rocky Gerung ketika Teori yang Disampaikannya Dibilang Rhenald Kasali Sudah Terbantahkan

Lantas, pembahasan berlanjut ke penafisran dalam pasal Kontrak Karya.

"Siapa yang berhak menafsirkan kata 'tidak wajar' dalam dalam pasal 31 kontra karya, apakah persoalan lingkungan dan sebagainya yang dimaksud?" tanya Adian Napitupulu.

Rekomendasi Untuk Anda

Mendengar jawaban itu, Ferdinand Hutahaean lantas menjawab bahwa yang berhak memutuskan adalah badan arbitrase.

"Ya ke arbitrase dong, adanya kejanggalan-kejanggalan yang terjadi, itu masuk kategori yang bisa kita gunakan" jawab Ferdinand menjawab pertanyaan Adian.

Lantas Adian menegaskan jika untuk masuk dalam tafsir tersebut, harus masuk ke arbitrase dan konsekuensinya adalah karyawan.

 Usai Resmi Berseragam Juventus, Begini Tanggapan Cristiano Ronaldo terkait Lionel Messi

"Artinya untuk masuk dalam tafsir tersebut, harus masuk ke arbitrase, kalau arbitrase diambil maka harus memikirkan juga nasib karyawan yang ada di sana," ujar Adian.

Kemudian, Ferdinand memotong ucapan politisi PDIP itu.

Ferdinand menuding adanya kepentingan politik elektoral terkait kebijakan divestasi Freeport.

BACA ARTIKEL SELENGKAPNYA DI SINI >>>

Sumber: TribunWow.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas