Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

SBY-Prabowo Bertemu Nanti Malam, Demokrat Bantah Ada Tawar-menawar AHY Sebagai Cawapres

Beredar isu Demokrat menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres agar keduanya berkoalisi.

SBY-Prabowo Bertemu Nanti Malam, Demokrat Bantah Ada Tawar-menawar AHY Sebagai Cawapres
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dijadwalkan bertemu dengan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, malam ini.

 Beredar isu Demokrat menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres agar keduanya berkoalisi. 

 Namun hal itu dibantah oleh Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. 

 Ia mengatakan tak ada tawar menawar antara Demokrat dan Gerindra terkait posisi AHY. Lagipula, lanjutnya, yang akan memilih cawapres adalah Prabowo.

 "Tidak ada tawar menawar seperti itu. Biar nanti Pak SBY dan pak Prabowo yang bicara karena capresnya adalah Prabowo. Yang memilih cawapresnya adalah Prabowo. Begitu lho. Biar nanti pembicaraan di dalam aja," ujar Ferdinand, di Kedai Kopi Perjoeangan, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018). 

 Ferdinand bercerita bahwa SBY pernah menyatakan tidak ada cawapres harga mati bagi Demokrat.

Namun, ia beranggapan wajar bila Partai Demokrat memperjuangkan kadernya dalam demokrasi.

 Ia juga mengatakan perbincangan antara SBY-Prabowo akan membahas tentang koalisi.

 Selain itu, Ferdinand juga meminta agar masyarakat mendoakan adanya kesepakatan antara keduanya, terkait ganti presiden pada 2019.

 "Nanti malam jam 19.30 WIB. Tentu berbicara tentang koalisi. 2019 ini mau kemana dan bagaimana. Mohon doanya saja supaya semua yang terbaik untuk rakyat kita berikan," ungkapnya.

 "Yang jelas Gerindra dengan Demokrat itu saling mendekat. Saling berjabat tangan. Doakan malam ini sepakat. Insyaallah 2019 kita akan ganti presiden. Kalau tidak sepakat ya belum tentu. Tapi kalau saya pribadi tetap harus ganti presiden," kata Ferdinand.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas