Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gempa di Lombok

KemenPU PR Fokuskan Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi bagi Korban Bencana di Lombok

Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pihaknya memfokuskan ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi korban bencana gempa di Lombok

KemenPU PR Fokuskan Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi bagi Korban Bencana di Lombok
TRIBUN/BNPB
Petugas melakukan pencarian korban di kawasan Lombok Utara, NTB, Senin (6/8/2018). Gempa berkekuatan 7 SR menghantam Lombok dan menyebabkan 98 orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, ribuan rumah rusak, dan ribuan warga lainnya mengungsi ke tempat yang aman. TRIBUNNEWS/BNPB 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pihaknya memfokuskan ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi korban bencana gempa di Lombok.

Menurut Basuki, hal tersebut yang paling dibutuhkan bagi korban bencana dalam waktu dekat.

Baca: 4.636 Wisatawan dan Warga Dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno,

"Pertama kali saya harus menyiapkan air dan sanitasi. Ini satu dua hari masih diam. Tapi tiga hari enggak ada sanitasi air pasti ribut," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Basuki mengatakan survei telah dilakukan dan ditemukan sumur air tanah yang cukup banyak untuk bisa dimanfaatkan oleh pengungsi.

"Jadi Lombok Utara banyak air jadi masih bisa dengan sumur bor. Sumber air masih banyak untuk para pengungsi," kata Basuki.

Terkait rumah yang rusak akibat gempa, Basuki mengungkapkan saat ini sedang dilakukan identifikasi.

Baca: Penuhi Kebutuhan Belajar, Tenda dan Peralatan Sekolah Telah Dikirim ke Lombok

"karena memang kalau saya tanya sekdanya. Di pesisir ada 29 ribu jiwa, kalau satu KK lima orang berarti 5 ribu kK. Kalau 70 persen rusak berat berarti sudah ada 3 ribu 4 ribu rumah. Itu baru diperkirakan kasar," tutur Basuki.

"Nanti policy-nya apakah sama dengan sembalun 50 juta per rumah atau tidak. Harus dihitung dulu," kata Basuki menambahkan.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas