Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Diminta Pindah Kantor ke Lombok dan Sindiran Andi Arief Soal Perkawinan Putra Presiden

Andi Arief mengusulkan Presiden Jokowi untuk berpindah kantor ke Lombok yang dilanda gempa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: widi henaldi
zoom-in Jokowi Diminta Pindah Kantor ke Lombok dan Sindiran Andi Arief Soal Perkawinan Putra Presiden
Humas BNPB
Rumah warga yang rusak berat akibat gempa di Lombok. 

TRIBUNNEWS.COM -- Gempa di Lombok terus menerus terjadi.

Gempa dahsyat yang terjadi di Lombok terakhir sampai memiliki kekuatan 6,9 SR yakni pada Minggu (19/8/2018).

Dilansir dari laman Sutopo Purwo, jumlah korban tewas akibat gempa 6,9 SR itu mencapai 14 orang.

Sedangkan ada 24 orang luka dan 151 rumah dikabarkan rusak.

Dampak gempa 6.9 SR di Lombok dan Sumbawa update per 20/8/2018 pukul 19.00 WIB: 14 orang meninggal dunia (Lombok Timur 6, Lombok Tengah 1, Sumbawa 6, Sumbawa Barat 1), 24 orang luka, 151 rumah rusak, 6 fasilitas peribatan rusak dan 1 kantor rusak. Bantuan terus disalurkan.

Meski telah terjadi bencana gempa terus menerus di Lombok, namun status sebagai bencana nasional tampaknya belum diberikan oleh pemerintah.

Seolah memperhatikan hatl tersebut, wakil sekretaris jenderal Partai Demokrat, Andi Arief pun memberikan pendapatnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir dari laman Twitternya, Andi Arief pun memberikan usulannya untuk presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengungkapkan bahwa Jokowi agar berkantor di NTB untuk sementara waktu.

Baca selengkapnya ======>>>

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas