Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi dan Prabowo Berpelukan, Ini Kata Ketua Umum Golkar

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan bahwa peristiwa tersebut sangatlah luar biasa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Jokowi dan Prabowo Berpelukan, Ini Kata Ketua Umum Golkar
Instagram/@jokowi
Momen saat Jokowi dan Prabowo Subianto, kompak bersama-sama di pentas Pencak Silat Asian Games 2018, Rabu (29/8/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Momen pertemuan antara dua bakal Calon Presiden 2019 Joko Widodo ( Jokowi) dan Prabowo Subianto dalam pentas Asian Games 2018 mengundang banyak perhatian, Rabu, (29/8/2018).

Pasalnya, tidak hanya bertemu, keduanya diajak berpelukan oleh pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah yang berhasil menggondol medali emas.

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan bahwa peristiwa tersebut sangatlah luar biasa.

Atlet Peraih medali emas dipeluk oleh dua tokoh nasional.

"Yah tentunya dalam kegiatan berolahraga pemegang medali emas selalu dipeluk, apalagi dipeluk oleh dua tokoh nasional itu luar biasa apalagi ini biasanya membawa merah putih ini adalah simbol persatuan dunia,"ujar Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Baca: Kata Sandiaga, Masyarakat Gembira Lihat Prabowo dan Jokowi Berpelukan

Selain itu peristiwa tersebut juga menurut Airlangga menyimbolkan persatuan.

Bahwa dalam kompetisi apapun yang harus diutamakan adalah sportifitas dengan mengikuti berbagai aturan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan mematuhi peraturan kompetisi maka gesekan-gesekan konflik dapat diminamlisir.

"Yang paling penting adalah sportif dan ikut rules-nya dengan demikian kita mengharapkan kedepannya juga kita menyatu tidak terpecah," katanya.

Airlangga mengatakan dalam melalui tahap pelaksanaan Pemilu Presiden pihaknya selalu mentaati aturan.

Hanya saja menurut Airlangga selalu ada pihak yang mendramatisir keadaan.

"Semua kita lalui dengan damai. Jadi wartawan jangan mendramatisasi ini persoalannya kadang-kadang yang didramatisasi simbolnya dari atas sudah bagus diturunkan ke bawah," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas