Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Nasdem: Surya Paloh Tak Pernah Ikut Campur Urusan Impor

Ia menyebut Jokowi tak berani menegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang dinilainya terus melakukan impor

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Nasdem: Surya Paloh Tak Pernah Ikut Campur Urusan Impor
Vincentius Jyestha
Ketua DPP Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (RR) sempat mengkritik Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh terkait melemahnya rupiah.

Ia menyebut Jokowi tak berani menegur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang dinilainya terus melakukan impor. Rizal Ramli juga mengatakan dalang di balik terus dilakukannya impor karena Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo, menegaskan Surya Paloh tidak pernah ikut campur dalam urusan impor, apalagi hingga ikut mengatur ataupun mengambil keuntungan dari situ.

Baca: Nasdem: Pernyataan Rizal Ramli Terhadap Jokowi dan Surya Paloh Itu Fitnah Keji

"Bapak Surya Paloh juga tidak memiliki bisnis terkait impor beras, impor gula, impor garam seperti yang dikesankan dalam pernyataan Saudara RR (Rizal Ramli, red) bahwa seolah-olah Bapak Surya Paloh 'bermain' dalam kebijakan Impor tersebut," ujar Syahrul, di DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2018).

Ia pun menegaskan Partai NasDem selalu memegang komitmen tanpa syarat dalam mendukung Pemerintahan Jokowi-JK. Surya Paloh, kata dia, juga tidak pernah meminta jatah menteri, apalagi proyek, kepada Pemerintah.

Selain itu, Surya Paloh juga tidak pernah bermasalah jika menteri yang berasal dari Partai NasDem tidak bagus kinerjanya dan oleh karenanya harus di-reshuffle.

Selama terjadinya reshuffle kabinet, Syahrul mengatakan sudah beberapa kali menteri dari Partai NasDem diganti dan hal itu tidak menjadi masalah.

Rekomendasi Untuk Anda

Partai NasDem disebutnya selalu menghormati dan menerima keputusan dari Presiden yang memiliki hak prerogatif terkait kabinetnya.

"Hal ini menandakan bahwa baik Presiden Jokowi maupun Ketua Umum Surya Paloh sangat profesional dan menjunjung prinsip merit system dalam kabinet," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas