Tribun

Kata Aktivis Penanggulangan Narkoba: Peredaran Narkoba di Papua Mengkhawatirkan

Aktivis Penanggulangan Narkoba, AID/HIV dr Rosaline Rumaseauw M.Kes prihatin dengan perkembangan penggunaan narkoba saat ini ini.

Editor: Rachmat Hidayat
Kata Aktivis Penanggulangan Narkoba: Peredaran Narkoba di Papua Mengkhawatirkan
ISTIMEWA
Aktivis Penanggulangan Narkoba, AID/HIV dr Rosaline Rumaseauw M.Kes (tengah) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Aktivis Penanggulangan Narkoba, AID/HIV dr Rosaline Rumaseauw M.Kes prihatin dengan perkembangan penggunaan narkoba saat ini ini. Menurutnya kini, korbannya tidak lagi mengenal jenis umur dan kelas ekonomi.

"Korbannya bukan hanya anak-anak muda atau melenial aja tetapi kalangan orang tua juga mulai coba-coba menggunakan narkoba ini," katanya dalam Diskusi Melenial Batavia Smart Radio Gerakan Nasional Perang Melawan Narkoba "No Narkoba No Cry" di Uptown Kemang Rabu (19/9/2018) kemarin.

Dalam diskusi itu juga dihadiri Irjen Pol. (Purn) Putera Astaman (Ketua Umum BERSAMA), DR. Budiharjo (Ketua Umum BKKKS DKI Jakarta), dr. Yuli Astuti M.Si (Kasi Fasilitasi Lembaga Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional) dan Tresno (Vocalis Tipe-X).

Budiharjo mengingatkan bahaya dampak sosial dari narkoba. Untuk itu dia meminta masyarakat meningkatkan kepeduliaan sosial sebagai upaya deteksi dini bahaya narkoba. "Keluarga adalah benteng terbaik untuk mencegah penyalahgunaan narkoba," katanya.

Rosaline menjelaskan saat ini peredaran narkoba saat ini bukan hanya di kota-kota besar tetapi juga sudah mulai masuk kedaerah-daerah. "Seperti yang sekarang terjadi di Papua kondisinya juga sudah sangat mengkhawatirkan,"kata Rosaline

Calon wakil rakyat dari PAN Dapil Papua Barat ini kemudian mengajak semua pihak untuk ikut berperan aktif dalam penanggulangan narkoba ini. Karena narkoba merupakan sarana berkembangnya HIV/AID. "Narkoba ini menjadi jendela bagi HIV/AID,"katanya .

Faktor keluarga lanjut Rosaline, sangat berpengaruh terhadap penanggulangan narkoba ini. Cuma sayang masih ada keluarga-keluarga yang tidak terbuka atau menutup-nutupi ketika keluarganya kena narkoba ini.

"Keluarga harus ikut mendukung penanggulangan ini dengan bersikap terbuka apabila ada keluarganya kena. Jangan ditutup-tutupi. Sampai kapanpun saya tidak akan putus asa untuk menanggulangi narkoba ini," tegasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas