Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KPK Didesak Tuntaskan Kasus-kasus Lama

Meski nilai kerugian negara dari kasus-kasus di atas tergolong fantastis, baru sebagian orang saja yang sudah ditetapkan KPK

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in KPK Didesak Tuntaskan Kasus-kasus Lama
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/3/2017). KPK menetapkan satu tersangka baru yaitu Andi Agustinus alias Andi Narogong terkait kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik yang merugikan negara Rp 2,3 triliun. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku mendapat desakan dari masyarakat agar segera mengurus kasus-kasus lama yang masih belum diusut tuntas.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan kasus-kasus lama itu di antaranya perkara korupsi Bank Century dan kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) kepada Bank Dagang Negara Indonesia.

“Ya itu dia. Itu harus segera kita kerjakan. Desakan masyarakat itu juga ada. Dan juga banyak kan, RJ Lino (kasus PT Pelindo II) juga belum. Nanti kita pilah satu-satu,” ujar Alexander di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).

Meski nilai kerugian negara dari kasus-kasus di atas tergolong fantastis, baru sebagian orang saja yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangkanya.

Untuk nilai kerugian negara dari kasus Bank Century mencapai Rp 7,4 triliun.

Tersangkanya baru satu, yakni Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya.

Sedangkan untuk kasus SKL BLBI ditaksir ada kerugian negara sebesar Rp 4,58 triliun.

Rekomendasi Untuk Anda

Tersangkanya baru mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Tumenggung.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas