Tribun

Polemik Ratna Sarumpaet

Sandi Berharap Info Penganiayaan Ratna yang Belum Valid jadi Pemicu untuk Tidak Mentolerir Kekerasan

Saya bukan ahli, bukan ahli medis. Jadi buat saya serahkan pada para ahli. Sebetulnya ada jawabannya di Kak Ratna sendiri

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Sandi Berharap Info Penganiayaan Ratna yang Belum Valid jadi Pemicu untuk Tidak Mentolerir Kekerasan
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Calon Wapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Kepolisian dan ahli medis mengenai dugaan wajah lebam Ratna Sarumpaet bukan karena dianiaya melainkan operasi plastik.

"Saya bukan ahli, bukan ahli medis. Jadi buat saya serahkan pada para ahli. Sebetulnya ada jawabannya di Kak Ratna sendiri. Kak Ratna yang mengalaminya," ujar Sandiaga Uno di Bumi Aki Pakansari Cibinong Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/10/2018).

Meskipun dugaan penganiayaan tersebut masih simpang siur. Sandi tetap berpesan bahwa tidak boleh ada kekerasan, terutama dalam mengahdapi Pemilu Presiden 2019.

"Tapi Isu utama adalah jangan kita mentolerir kekerasan terhadap siapapun juga, apalagi terhadap perempuan. Menurut saya itu isu yang kita pastikan tidak akan terulang," katanya.

Sandi justru meminta kabar dugaan penganiayaan terhadap Ratna yang belum valid tersebut menjadi pemicu untuk tidak lagi ada tindak kekerasan terhadap siapapun juga.

"Dan ini mudah-mudahan ini pemicu tidak ada lagi kekerasan terhadap siapapun juga, apalagi terhadap perempuan," katanya.

Sebelumnya polisi menyebutkan bahwa informasi mengenai adanya penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di Bandung, Jawa Barat 21 September lalu tidak lah benar.

Di tanggal tersebut Ratna diketahui berada di salah satu klinik kecantikan di Jakarta.

Wiki Terkait

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas