Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Korea Ditemukan Tewas Tertimbun Reruntuhan Hotel Roa-Roa Akibat Gempa Sulteng

"Sebanyak 27 unit pesawat dikerahkan untuk operasi lapangan. 3 helikopter dikerahkan untuk distribusi bantuan" ujar Sutopo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Warga Korea Ditemukan Tewas Tertimbun Reruntuhan Hotel Roa-Roa Akibat Gempa Sulteng
NURHADI
Kepala Badan Sar Nasional (Basarnas) M. Syaugi meninjau langsung kondisi Hotel Roa-roa di Jl. Patimura, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang ambruk total akibat di guncang gempa 7,7 SR, Minggu (30/9/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari ke-7 pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 119 warga negara asing (WNA) telah ditemukan dalam kondisi aman.

"Sebagian besar sudah dievakuasi keluar dari wilayah Palu dan sudah ada yang sudah kembali ke negaranya," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2018).

Namun, satu warga negara asing asal Korea Selatan yang merupakan atlet paralayang dinyatakan meninggal akibat tertimbun reruntuhan Hotel Roa-Roa di Kota Palu.

Baca: BNPB Turunkan Tim Kaji Kebutuhan Warga, Korban Bencana di Sulteng

Korban oleh Basarnas ditemukan kemarin Kamis (4/10/2018) sekitar pukul 13.00 WITA.

"Satu warga Korea Selatan berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal. Yang merupakan atlet paralayang yang rencananya akan berkompetisi di festival paralayang di sana (Kota Palu)," ujar Sutopo.

Sementara hingga H+7 pasca bencana, sebanyak 1.571 orang meninggal dunia di Kota Palu dan wilayah terdampak lainnya akibat gempa dan tsunami.

Untuk proses evakuasi masih terus dilakukan oleh pasukan gabungan dan dipriorotaskandi reruntuhan bangunan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebanyak 27 unit pesawat dikerahkan untuk operasi lapangan. 3 helikopter dikerahkan untuk distribusi bantuan" ujar Sutopo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas