Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sutopo: Bantuan Internasional Hanya Suplemen

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pemerintah saat ini sedang fokus menangan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pemerintah saat ini sedang fokus menangani bantuan internasional yang masuk untuk membantu korban bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah.

Menurutnya bantuan dan relawan asing tidak bisa sembarangan masuk ke Sulawesi Tengah tanpa izin dari pemerintah.

Baca: Torehkan Waktu 11,49 Detik, Sapto Yogo Purnomo Pecahkan Rekor Asia 100 Meter Putra Para-Athletics

"Negara memang mengatur seperti itu, bantuan internasional hanya suplemen, bukan utama, jadi kita mengambil apa yang memang dibutuhkan, tidak bisa relawan dan bantuan asing asal 'nyelonong'," ungkap Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018).

Sutopo mengatakan faktor kultural menjadi satu pertimbangan pemerintah untuk melakukan penyaringan bantuan.

Baca: Lantunan Tahlil Sambut Jenazah Nita Oktobijanthy Tiba di Rumah Duka

Ia juga mengatakan kini Indonesia memiliki standar penanggulangan bencana untuk mengatur bantuan asing pascabencana gempa bumi dan tsunami Aceh 2004.

"Waktu di Aceh memang semua bantuan asing bebas masuk, tapi kini kita sudah berpengalaman soal penanggulangan bencana setelah bencana tersebut," tegasnya.

BNPB merilis total 72,52 ton bantuan internasional ditampung pemerintah Indonesia untuk penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.

Rekomendasi Untuk Anda

Di antaranya 20 kotak rehydration, dan 179 xeftriaxone dari pemerintah India, serta satu unit 'forklift' dan 'conveyer belt' dari Inggris.

Sementara ada 11 negara yang meminjamkan pesawat untuk membantu penanganan bencana seperti Australia, Singapura, Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Prancis, Rusia, Ukraina, dan Turki. (Tribunnews.com / Rizal Bomantama)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas