Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polemik Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet Diet di Dalam Tahanan

Ratna disebut lebih sering makan hidangan yang dibawa keluarganya ke sana ketimbang hidangan di Rutan.

Ratna Sarumpaet Diet di Dalam Tahanan
Kompas.com/Rima Wahyuningrum
Aktivis Ratna Sarumpet ditahan, Jumat (5/10/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mengungkapkan Ratna Sarumpaet jarang makan makanan yang dihidangkan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Ratna disebut lebih sering makan hidangan yang dibawa keluarganya ke sana ketimbang hidangan di Rutan.

Menurut Barnabas, Ratna sedang menjalani diet. Meski Ratna jarang menyantap hidangan Rutan, pihak Rutan tetap menyediakan makanan untuk Ratna.

"Kan beliau kan diet, jadi dibawakan nasi merah, sayuran kaya sawi, buah apel sama yang lain-lain. Jadi tetap kami berikan, tapi beliau lebih suka makanan diet aja. Kan kita nasi putih, tapi bu Ratna maunya nasi merah," ujar Barnabas saat dikonfirmasi.

Baca: Kata Kapitra, Amien Rais Diperlakukan Baik Saat Diperiksa Tapi Kenapa Menyerang Kapolri

Selain itu, Barnabas menyebut jarang melihat anak-anak Ratna menjenguk langsung di sana, apalagi oleh aktris Atiqah Hasiholan. Tapi, memang setiap hari ada yang mengaku dari pihak keluarga selalu membawakan makanan diet.

"Paling orang utusannya aja bawa makan," jelas Barnabas.

Seperti diketahui, polisi menetapkan Ratna Sarumpaet tersangka menyebarkan berita bohong alias hoaks soal penganiayaan.

Dirinya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10/2018) malam. Dia diciduk sebelum naik pesawat meninggalkan Indonesia.

Ratna disangkakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE terkait penyebaran hoaks penganiayaan.

Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara. Ratna juga terancam pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946. Pasal ini menyangkut kebohongan Ratna yang menciptakan keonaran.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas