Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banyak Dugaan Peluru Nyasar Dilakukan oleh Sniper, Ini Kata Mabes Polri

Menurutnya, petugas kepolisian bekerja dengan melihat fakta yang ditemukan dilapangan, serta melihat hasil kajian laboratorium forensik (lapfor).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Banyak Dugaan Peluru Nyasar Dilakukan oleh Sniper, Ini Kata Mabes Polri
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian telah berhasil mengungkap pelaku penembakan peluru nyasar di Gedung DPR. Namun demikian, masih banyak beredar dugaan bahwa pelaku penembakan dilakukan oleh sniper.

Menanggapi hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan Korps Bhayangkara tidak bekerja berdasarkan asumsi semata.

Menurutnya, petugas kepolisian bekerja dengan melihat fakta yang ditemukan dilapangan, serta melihat hasil kajian laboratorium forensik (lapfor).

"Kita tidak bekerja berdasarkan asumsi. Polisi bekerja berdasarkan fakta yang ditemukan di TKP. Dan dari hasil kajian labfor," ujar Dedi, di Hotel Amarosso Cosmo, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018).

Karena itulah, jenderal bintang satu ini enggan menanggapi isu itu terlalu jauh. Baginya, polisi tidak bekerja dengan berandai-andai, namun berdasarkan fakta, olah TKP, riksa saksi dan tersangka.

Baca: Fayakhun Ungkap Kejengkelannya Terhadap Ali Fahmi

Selain itu, ia menjelaskan pistol jenis Glock yang digunakan pelaku memiliki jarak jangkauan yang cukup jauh.

Sehingga memang patut diduga yang terjadi kemarin di Gedung DPR adalah peluru nyasar dari lapangan tembak Senayan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Senpinya kemarin dijelaskan jenis Glock. Dan itu daya ledak dan jangkaunya memang cukup jauh," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas