Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengembangan Jet Tempur Kerjasama dengan Korea Dinegoisasi Ulang

Wiranto mengharapkan tim renegosiasi bisa menyelesaikan hal tersebut dengan cepat.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pengembangan Jet Tempur Kerjasama dengan Korea Dinegoisasi Ulang
TRIBUNNEWS/REZA DENI
Wiranto 

Laporan Reporter Kontan, Abdul Basith

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) membentuk tim renegosiasi pengembangan jet tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).

Pengembangan tersebut merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan. Salah satu yang menjadi bahasan negosiasi ulang adalah mengenai pembiayaan.

"Renegosiasi posisi Indonesia bisa lebih ringan untuk masalah pembiayaaan," ujar Menko Polhukam Wiranto usai memimpin rapat koordinasi khusus membahas tindak lanjut program pengembangan jet tempur KFX/IFX, Jumat (19/10/2018).

Masalah pembiayaan menjadi sasaran utama dalam negosiasi ulang antar dua pemerintah. Wiranto bilang pembiayaan akan berpengaruh ke berbagai hal lainnya.

Baca: Pembeli Properti Meikarta Deg-degan Pasca Terkuaknya Kasus Dugaan Suap di Pemkab Bekasi

Dalam oembiayaan tersebut akan terdapat berbagai hal yang diatur. Antara lain adalah persentasi cost sharing, biaya produksi, keuntungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta pemasaran.

Wiranto mengharapkan tim renegosiasi bisa menyelesaikan hal tersebut dengan cepat.

Baca: Alasan Grup Bakrie Pilih BYD Auto Jadi Partner Pengembangan Bus Listrik

Rekomendasi Untuk Anda

"Akan ada tim khusus dan saya yang menjadi ketuanya," terang Wiranto.

Asal tahu saja, sebelumnya DPR telah mengesahkan RUU mengenai Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah RI dan Pemerintah Republik Korea tentang Kerja Sama di Bidang Pertahanan.

Baca: Konsumen Ini Curhat Nasib Uangnya yang Sudah Disetor Untuk Beli Apartemen di Meikarta

Hal itu untuk menjadi dorongan kelanjutan kerja sama pengembangan jet tempur generasi 4.5 tersebut.

Asal tabu saja, sebelumnya Indonesia akan membayar 20% biaya proyek dan 80% sisanya dibayar oleh pemerintah Korea.

Diperkirakan sejak dimulai tahun 2016, Indonesia sudah membayar sekitar US$ 10 juta untuk biaya riset.

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas