Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolda Banten Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Insiden Pembakaran Bendera

Kapolda Banten Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra, meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi ataupun terpecah belah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kapolda Banten Minta Masyarakat Tak Terprovokasi Insiden Pembakaran Bendera
Istimewa
Kapolda Banten Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra 

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Kapolda Banten Brigjen Pol Teddy Minahasa Putra, meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi ataupun terpecah belah.

Persatuan bangsa dan keutuhan NKRI, kata dia, harus diutamakan.

Baca: Sikap Ketua Umum PP Muhammadiyah soal Insiden Pembakaran Bendera di Acara HSN Garut

Upaya ini disampaikan saat mendatangi kiai dan ulama sepuh se-Banten, pada Jumat (26/10/2018).

"Bangsa ini dibangun dibesarkan atas kesepakatan ulama, ada paham lain, ideologi lain yang ingin merubah Pancasila itu jadi ancaman terbesar Indonesia," ujarnya, Jumat (26/10/2018).

Di kesempatan itu, dia menyampaikan hasil pengungkapan kasus Polda Jawa Barat mengenai insiden pembakaran bendera.

Menurut dia, peristiwa pembakaran bendera dengan kalimat tauhid di Garut adalah bendera milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kepolisian meyakini bendera yang dibakar adalah milik HTI berdasarkan hasil pemeriksan kepolisian. Dia tidak ingin akibat peristiwa tersebut bergejolak sehingga mengancam persatuan umat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya tegas yang dibakar di Garut itu bukan bendera tauhid. Itu bisa dipastikan dari pemeriksaan, saksi, pelaku yang mengibarkan bahwa itu adalah bendera HTI," kata dia.

Dia menegaskan, pemerintah telah menetapkan HTI sebagai organisasi yang dilarang di Indonesia.

Sementara itu, Ulama Provinsi Banten sepakat tidak terprovokasi insiden pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat.

Pernyataan sikap itu disampaikan di depan Masjid Agung Banten, tempat Sultan Maulana Hasanuddin dimakamkan di Kasemen, Kota Serang, Banten, Jumat (26/10/2018).

"Kepada umat muslim di Indonesia agar saling menahan diri dan tidak terprovokasi," kata AM Romli, yang diikuti puluhan ulama di Kasemen, Kota Serang, Banten, Jumat.

Para ulama itu, antara lain Ketua MUI Banten AM Romli, Kiai Matin Syarqawi, Kiai kharismatik Abuya Muhtadi, tokoh pendiri sekaligus ulama Banten Embay Mulya Syarief, dan para pengurus MUI kabupaten/kota.

Baca: Komitmen Penuh Jadi Ketua TKN, Erick Thohir Mundur dari Presiden Inter Milan

Di kesempatan itu, disampaikan tiga pernyataan sikap. Pertama, bendera yang dibakar milik HTI.

Kedua, para ulama di Banten mengajak sesama umat Islam menahan diri dan tak terprovokasi. Ketiga, para ulama di Banten mengajak semua pihak berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas