Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pesawat Lion Air Jatuh

Jasad Korban Lion Air yang Ditemukan Sudah Tidak Utuh Lagi

Sehingga untuk proses pemeriksaan DNA dari tubuh korban, akan memakan waktu lama karena harus mengecek potongan tubub

Jasad Korban Lion Air yang Ditemukan Sudah Tidak Utuh Lagi
Alex Suban/Alex Suban
Ambulans membawa kantong jenazah berisi potongan jenazah korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 di dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (29/10/2018). Pesawat Lion Air JT610 rute Pangkal Pinang, jatuh di Laut Jawa setelah tinggal landas dari Bandara Soekarno Hatta. Warta Kota/Alex Suban 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kondisi jenazah dari korban pesawat Lion Air JT-610 yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh menjadi salah satu faktor penghambat tim DVI Polri melakukan indentivikasi korban.

Sehingga diperkirakan proses identifikasi korban akan lebih memakan waktu yang cukup panjang.

"Kemungkinan kendala yang akan terjadi adalah wujud daripada korban itu sendiri yang tidak utuh," ujar Kepala RS Polri Kramat Jati Kombes Pol. Musyafak, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018) pagi.

Dari 24 kantong jenazah yang telah berada di Post Mortem RS Polri memang berisi potongan-potongan tubuh.

Sehingga untuk proses pemeriksaan DNA dari tubuh korban, akan memakan waktu lama karena harus mengecek potongan tubuh tersebut secara keseluruhan.

"Kemudian adanya bagian-bagian tubuh yang cukup banyak sehingga nanti kita akan melasanakan pemeriksaan DNA juga cukup banyak," ujar Musyafak.

Sementara untuk proses pemeriksaan DNA akan memakan waktu paling cepat 4-5 hari.

Namun ia menegaskan, untuk proses identifikasi tidak hanya dari pemeriksaan DNA saja, tetapi juga melalui sidik jari, rekam medis dan lainnya yang ada dalam data Post Mortem serta Ante Mortem sesuai dengan prosedur DVI.

"Tetapi proses identifikasi ini tidak hanya dari DNA. Kita juga melaksanakan proses identifikasi sesuai dengan standar DVI Interpol di mana kita meriksa properti dari hasil keterangan keluarga korban maupun pemeriksaan korban itu sendiri," ucap Musyafak.

Diketahui sebelumnya pada Senin (29/10/2018) pagi, Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh PT. Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pukul 10.00 WIB oleh BASARNAS.

Pesawat JT-610 ini berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB, namun tak lama berselang, pukul 06.33 WIB pesawat tersebut hilang kontak.

Di dalam pesawat tersebut terdapat 188 orang yang terdiri dari dua pilot, lima awak kabin, dan 181 penumpang. (cw2)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas