Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Setya Novanto dan Idrus Marham Bakal Bersaksi di Sidang Suap PLTU Riau-1

Diketahui Setya Novanto kini tengah menjalani masa hukumannya di Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat atas kasus korupsi e-KTP.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Setya Novanto dan Idrus Marham Bakal Bersaksi di Sidang Suap PLTU Riau-1
Warta Kota/henry lopulalan
Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menjalani pemeriksaan lanjutan oleh KPK di Jakarta, Rabu (17/10/2018). Idrus diperiksa sebagai saksi tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan ‎dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 dengan terdakwa Pemegang Saham Blackgold Natural Resources, Johannes Budisutrisno Kotjo, Kamis (1/11/2018).

Agenda sidang kali ini, jaksa penuntut umum pada KPK masih akan menghadirkan saksi fakta. Dua saksi yang bakal dihadirkan yakni Setya Novanto dan Idrus Marham.

Diketahui Setya Novanto kini tengah menjalani masa hukumannya di Lapas Sukamiskin Bandung, Jawa Barat atas kasus korupsi e-KTP.

Baca: Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh Di Lokasi Penangkapan Udang

Sementara Idrus Marham, mantan Menteri Sosial kini mendekam di Rutan Merah Putih KPK atas tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1.

Di persidangan sebelumnya Kamis (25/10/2018) jaksa sudah menghadirkan saksi Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir dan Direktur Pengadaan strategis 2 PT PLN Persero Supangkat Iwan Santoso‎.

Saksi lain yang dihadirkan di sidang terdahulu diantaranya Direktur PT Pembangunan Jawa Bali Investasi (PJBI), Direktur Utama PT samantaka Batubara.

BERITA TERKAIT

Kepala Divisi Pengembangan Regional Sulawesi PT PLN,Anggota DPR RI, Eni Maulani Saragih, staf khusus Eni di DPR, hingga para pegawai dari terdakwa Kotjo.

‎Dalam kasus ini, Kotjo didakwa memberikan uang Rp 4,7 miliar ke Eni Saragih dan Idrus Marham agar meloloskan proyek PLTU Riau-1 dengan nilai proyek 900 juta dollar AS.

Kotjo didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas