Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Moeldoko Tantang Kubu Prabowo-Sandiaga Bicarakan Program

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Mar'uf, Moeldoko menantang Kubu Prabowo dan Sandiaga untuk saling memaparkan program jelang Pilpres 2019.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Moeldoko Tantang Kubu Prabowo-Sandiaga Bicarakan Program
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
Moeldoko 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Mar'uf, Moeldoko menantang Kubu Prabowo dan Sandiaga untuk saling memaparkan program jelang Pilpres 2019.

Disampaikan Moeldoko menjawab kritikan kubu Prabowo-Sandiaga soal calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo yang kerap melontarkan pernyataan kontroversial.

Yakni, soal 'Politikus Sontoloyo dan Genderuwo'. Moeldoko mengajak Kubu Prabowo-Sandiaga mulai membicarakan hal-hal yang substantif untuk kemajuan bangsa.

"Emangnya di sana (kubu Prabowo-Sandiaga) bicara substansi apa? Bicaranya tidak subtansi juga. Justru sekarang itu mari kita sama-sama memikirkan lebih subtansi jangan mikir tidak-tidak apalagi melemparkan sesuatu yang tidak nyaman bagi semua," kata Moeldoko di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

Moeldoko membantah Jokowi tak pernah membicarakan hal yang substantif. Setiap kali berkunjung ke daerah-daerah, ucap Moeldoko, Jokowi selalu menyampaikan program yang tengah dijalankan oleh pemerintah.

Baca: Soal Buta dan Tuli, Moeldoko: Jangan Politisir Tidak Karuan

"Setiap memberikan ceramah selalu begitu jadi kalau dikatakan belum membicarakan program, tidak juga, wong Pak Jokowi sudah memikirkan bagaimana ke depannya dalam menghadapi lingkungan yang seperti ini," kata Moeldoko.

Rekomendasi Untuk Anda

Yang menjadi persoalan, kata Moeldoko, adalah dalam konteks perjalanan politik merujuk pada Pilpres 2019 muncul berbagai isu politik yang tidak menyenangkan bagi Jokowi.

"Khususnya penyebaran isu hoaks yang tidak bener kita pastikan itu tidak benar. Sehingga beliaunya jadi tidak nyaman begitu. Ketidaknyamanan itu muncul istilah yang dikritisi. Tapi memang harus begitu. Kita tidak boleh lagi hanya bertahan doang," tutur Moeldoko.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas