Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fadli Zon soal Paket Kebijakan Ekonomi XVI: Bukti Pemerintah Neolib

Dia pun menentang kebijakan tersebut karena membahayakan perekonomian nasional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Fadli Zon soal Paket Kebijakan Ekonomi XVI: Bukti Pemerintah Neolib
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Fadli Zon 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai paket kebijakan ekonomi  XVI yang dikeluarkan pemerintah menunjukkan pemerintah berwatak neo liberalisme.

Dia pun menentang kebijakan tersebut karena membahayakan perekonomian nasional.

"Pemerintah sekarang ini keliatan sekali sangat neolib," ucap Fadli Zon di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, (21/11/2018).

"Kalau saya sih menentang. Kebijakan deregulasi paket ekonomi XVI ini jelas itu sangat membahayakan ekonomi kita," imbuhnya.

Menurut Fadli, kebijakan deregulasi ekonomi tersebut mengancam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki skala modal kecil harus bertarung dengan pemodal besar.

"Jadi kalo kita minta investor besar masuk kepada investasi yang besar itu tidak ada masalah. Tapi, kalau investasi yang relatif kecil dan dilaksaksanakan oleh UMKM kita, itu bahaya," jelas Fadli.

Baca: Kata Fahri Pernyataan Amien akan Jewer Haedar Bahasa Tingkat Dewa

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPR RI itu mengatakan jika UMKM yang saat ini menjadi penopang perekonomian nasional diserahkan 100 persen kepada asing maka sangat mengancam ketahanan ekonomi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jangan dong, diberikan 100 persen kpd asing. Nanti Republik Indonesia ini isinya adalah orang asing semua. Kita numpang doang. Kita hanya jadi kuli disini," katanya

"Jadi ini sangat membahayakan. Ini cara berfikir neolib," lanjutnya.

Untuk itu, Fadli Zon mendesak pemerintah untuk mengoreksi dan merevisi kebijakan tersebut.

"Harus dikoreksi ya. Seharusnya pemerintah merevisilah kebijakan ini," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas