Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Sekjen PPP: Harusnya Massa Reuni Akbar 212 Salurkan Aspirasinya ke DPR

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai seharusnya massa Reuni Akbar 212 menyalurkan aspirasinya ke DPR.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Sekjen PPP: Harusnya Massa Reuni Akbar 212 Salurkan Aspirasinya ke DPR
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani di Komplek DPR, Jakarta, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai seharusnya massa Reuni Akbar 212 menyalurkan aspirasinya ke DPR.

Hal tersebut dikarenakan di DPR RI ada fraksi pendukung Prabowo Subianto di antaranya Gerindra, PAN, dan PKS.

"Katakanlah mereka merasa mengalami ketidakadilan itu terasosiasi dengan pendukungnya Pak Prabowo, di DPR kan ada Fraksi Gerindra, PAN dan PKS, kan bisa disalurkan di sini tidak ada masalah kok," ujar Arsul di Komplek DPR, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Baca: Anies Baswedan Doakan Tim Persija Jakarta Kembali Mencetak Sejarah Baru

Menurut dia ketidakadilan itu bisa disalurkan dalam banyak cara, tidak mesti di jalanan seperti aksi Reuni Akbar 212.

Sedangkan dampak aspirasinya juga tidak berlangsung lama, berbeda ketika disuarakan di DPR.

"Kalau di jalanan persoalannya itu kemudian menghabiskan energi dan biaya, paling menurut saya paling ramai seminggu lah efeknya," ucap Arsul.

Baca: Kuba Luncurkan Akses Internet Ponsel Untuk Warganya

Rekomendasi Untuk Anda

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu pun tidak sepaham jika capres manapun terutama Prabowo Subianto ditantang untuk kembali mengumpulkan massa sebanyak itu dalam kampanye jelang Pilpres 2019.

"Sudah disampaikan berulang-ulang bahwa Pilpres ini ajang adu gagasan bukan massa," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas