Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jokowi Tingkatkan Kualitas Guru

APK adalah Persentase jumlah aktual siswa yang bersekolah dalam jenjang tertentu (SD, SMP, SMA dan PT) terhadap total penduduk berusia sekolah

Jokowi Tingkatkan Kualitas Guru
Tribunnews.com/Seno
Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angka partisipasi sekolah dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi meningkat secara nasional. Angka Partisipasi Kasar (APK) SM/SMK/MA meningkat dari 78.02% di 2015 menjadi 82.84% di 2017.

APK adalah Persentase jumlah aktual siswa yang bersekolah dalam jenjang tertentu (SD, SMP, SMA dan PT) terhadap total penduduk berusia sekolah pada jenjang tersebut.

Selain itu, pemerataan pendidikan menengah antara penduduk miskin dan penduduk kaya semakin merata. Indeks pemerataan Penduduk Miskin dan Penduduk Kaya adalah 0.766 di tahun 2015, semakin merata menjadi 0.8 di 2017.

Indeks semakin mendekati angka 1,00 maka semakin merata, berdasarkan data dari Kantor Staf Presiden.

Baca: Tiga Kandidat Pelatih Baru Bali United, Bajak Pelatih Tim Gagal Juara

Kualitas dan peranan guru menjadi kunci dalam program pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang akan menjadi fokus pemerintah di tahun 2019.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika bertemu pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 5 Desember 2018.

Oleh karena itu, Kepala Negara ingin mendengarkan langsung mengenai pandangan dan saran-saran dari PGRI untuk dapat meningkatkan kualitas para guru guna mendukung pembangunan nasional.

"Kami ingin diberikan pemikiran dan rekomendasi-rekomendasi apa yang harus kita kerjakan dalam jumlah yang besar dalam melompatkan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah. Saya meyakini hal ini menjadi kunci bagi pembangunan sumber daya manusia yang ada di negara kita," tuturnya.

Sebelumnya, dalam peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-73 PGRI, Kepala Negara mengundang PGRI untuk beraudiensi mengenai pemikiran dan persoalan yang dihadapi para guru dalam hubungannya dengan program pembangunan sumber daya manusia di tahun 2019.

"Hari ini kami mengundang bapak, ibu sekalian untuk mendengar lebih detail lagi aspirasi dan mungkin hal-hal yang bisa kita kerjakan bersama-sama dengan PGRI. Terutama terkait yang akan kita mulai tahun depan. Kita ingin menggeser strategi besar pembangunan kita, yang sebelumnya pembangunan infrastruktur, kita geser ke strategi pembangunan sumber daya manusia secara besar-besaran," ujar Presiden di awal pertemuan.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas