Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

JK: Pemilu di Indonesia Ributnya di Medsos

JK menilai, keributan di dunia maya lebih baik ketimbang keributan yang diciptakan di kehidupan sehari-hari.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in JK: Pemilu di Indonesia Ributnya di Medsos
Rina Ayu/Tribunnews.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat memberikan sambutan di Rakornas Bawaslu, di Mercure Hotel, Jakarta Utara, Senin (10/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menjelang pemilihan umum Presiden pada April 2019, laman media sosial diwarnai sejumlah silang pendapat terkait pilihan politik.

Hal itu, dinilai wajar oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat memberikan sambutan di Rakornas Bawaslu, di Mercure Hotel, Jakarta Utara, Senin (10/12/2018).

"Ribut di media, saling cerca macam-macam. Saling kritik. Karena politik itu, kalau musimnya pemilu," ujar JK.

JK menilai, keributan di dunia maya lebih baik ketimbang keributan yang diciptakan di kehidupan sehari-hari.

“Ribut di dunia maya silakan, cerca macam-macam, saling kritik. Tapi ribut fisik kita bersyukur tidak terjadi,” ujar JK.

Sejauh ini, ia mengatakan, berdasarkan pengalamannya, pelaksanaan pemilu di Indonesia termasuk paling aman dibandingkan pemilu negara di Asia lain.

Ia menceritakan, dalam sebuah rapat delegasi sebagai pengawas pemilu di Azerbaijan, sejumlah negara pernah berbagi pengalaman terkait kekerasan, penembakan, hingga pemboman, terjadi dalam proses pemilu, seperti Pakistan dan Fillipina.

Baca: Maruf Amin Sudah Beraktivitas, di hari Minggu Terima Kunjungan 70 Orang

Rekomendasi Untuk Anda

"Ya kalau di Pakistan pemilu tanpa bom-bom, tanpa tembak-tembak itu bukan pemilu. Benazir Buto ditembak waktu kampanye, di Filipina berapa wali kota ditembak jelang pemilu, kita (Indonesia) Alhamdulillah tidak satu orang pun cedera dalam pemilu," ungkap Kalla.

Ia pun berharap, sebagai lembaga yang berwenang, Bawaslu dapat menciptakan pengawasan yang aman dan lancar dalam pesta demokrasi 5 tahunan itu.

"Jadi latihan demi latihan ataupun penataran ataupun peningkatan pengetahuan harus betul-betul (Bawaslu). Tapi yang sangat penting independensi,” katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas