Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sriwijaya Air Bantah Diakuisisi Garuda Indonesia

Pihak maskapai penerbangan Sriwijaya Air menegaskan kerja sama dengan Garuda Indonesia Group melalui Citilink hanya sebatas kerja sama operasi (KSO).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ria anatasia
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Sriwijaya Air Bantah Diakuisisi Garuda Indonesia
Tribunnews.com/ Ria Anatasia
Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (16/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Pihak maskapai penerbangan Sriwijaya Air menegaskan kerja sama dengan Garuda Indonesia Group melalui Citilink hanya sebatas kerja sama operasi (KSO).

Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul mengatakan, dalam perjanjian KSO lebih mengarah ke kerja sama dalam bidang marketing dan manajemen perusahaan.

Joseph, yang sebelumnya menjabat GM Garuda Indonesia di Denpasar, membantah adanya akuisisi terhadap Sriwijaya Air oleh perusahaan berplat merah itu.

Baca: PGN Minta SAKA Tingkatkan Produksi Minyak dan Gas Bumi Guna Mendukung Upaya Pemerintah

"Garuda Indonesia group full membantu bukan mengambil alih. Melalui apa? Manajemennya kita ganti dulu dengan orang Garuda, tapi tidak ada yang namanya penggantian saham, pengambilan saham. Kita sama sekali tidak beli saham," kata dia di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (16/12/2018).

Dengan begitu, laporan keuangan maskapai penerbangan milik Chandra Lie itu akan terpisah dari Garuda Indonesia.

"Saya datang ke situ untuk bantu managemen, diangkat pak Lee sebagai Dirut untuk membantu Sriwijaya. Tak ada perubahan signifikan. KSO seperti itu, kita manage marketing dan operasional Sriwijaya supaya lebih baik lagi," jelasnya.

Baca: Perinus Sepakati Kerja Sama Penyediaan Listrik dan Pendingin dengan Anak Usaha PGN

Rekomendasi Untuk Anda

Joseph mengatakan, KSO tersebut berlaku selama tiga tahun mendatang.

Dengan begitu, Garuda Indonesia Air group terdiri dari empat maskapai penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air dan NAM Air.

"Harapannya bisa lebih baik lagi, keluar dari krisis," pungkasnya.

Sejak penandatanganan pada Jumat (9/11/2018) lalu, Sriwijaya Air telah merombak jajaran komisaris dan direksinya.

Kini, jabatan tertinggi di perusahaan itu diisi oleh para pejabat Garuda Indonesia.

Direktur Utama Sriwijaya adalah Joseph Adriaan Saul, yang sebelumnya GM Garuda Indonesia di Denpasar.

Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra akan merangkap sebagai Komisaris Utama Sriwijaya Air.

Dikabarkan Sriwijaya Air juga bakal memasukkan logo Garuda Indonesia ke semua armada pesawatnya, sekaligus membuat salah satu awak kabinnya mengenakan seragam Garuda Indonesia.

Hingga saat ini, kabar tersebut belum bisa dikonfirmasi pihak Sriwijaya Air.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas